NewsNusantara

1.200 Hektare Lahan Karet di Sumsel Bakal Diremajakan

 

Oleh: Rio AP

Wartamelayu.com, Palembang — Sebanyak 1.200 hektare lahan karet di Sumatera Selatan (Sumsel) bakal diremajakan pada 2019. Penanaman kembali atau replanting pohon karet ini karena tidak sedikit tanaman karet yang sudah berusia tua.

Kepala Bidang Pengelolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel, Rudi Aprian, mengatakan replanting tanaman karet memang setiap tahun dilakukan, tapi sifatnya tidak massal, mengingat keterbatasan anggaran.

“Untuk replanting tanaman karet tahun 2018 sebanyak 410 hektare. Kalau tahun ini (2019) sebanyak 1.200 hektare,” ujarnya di Palembang, Selasa (9/7).

Masyarakat Sumsel Masih Malas Urus Akta Kematian

Sumsel Berencana Kembangkan Wisata Kuliner

Dia menjelaskan, ribuan hektare yang diremajakan tersebut tersebar di berbagai daerah di Sumsel. Seperti di Kabupaten Muara Enim seluas 250 hektare, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur seluas 250 hektare, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) seluas 250 hektare, Kabupaten Musi Rawas 250 hektare, dan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) 200 hektare.

Ia menyebut, upaya lain yang juga dilakukan pihaknya untuk meningkatkan produktivitas tanaman karet petani yakni memberikan bantuan berupa benih 550 untuk 1 hektare, herbi 4 l, pupuk NPK 125 kilogram, fungi 2 l, knapsack sprayer 10 bh per 25 hektare, chaisaw 2 unit per 25 hektare.

“Kita sekarang sedang memperkuat dan memberdayakan unit pengolahan dan pemasaran bokar (UPPB) . Unit Pengolahan dan Pemasaran Hasil pada Desember 2018 lalu baru terbentuk 177 UPPB sampai Juni baru ada 187 UPPB,” katanya.

“Target kita paling tidak bertambah 60 UPPB ditahun 2019 ini. Ke depan bantuan baik utk peremajaan maupun intensifikasi tan karet kita berikan melalui UPPB ini,” kata dia lagi.

Tahun 2019 ini, lanjut dia, bantuan intensifikasi karet seluas 4.000 hektare telah disalurkan melalui UPPB ini. Disamping itu pihaknya akan terus mensosialisasikan agar petani karet segera bergabung di UPPB. “Berdasarkan data Dinas Perkebunan Sumsel, Tanaman Tua Menghasilkan (TTM) atau Tanaman Rusak (TR) sebanyak 129.122 hektare,” ujarnya. (RAP)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close