KesehatanLifestyle

7 Cara Mengatasi Anak yang Suka Makanan Manis

Oleh: Anisa Tri Kusuma

Wartamelayu.com, Jakarta — Siapa yang tidak suka dengan makanan yang manis. Sebab rasa manis merupakan rasa pertama yang disukai anak sejak lahir. Setelah makan makanan manis, anak merasa lebih senang dan tenang karena memang mengandung zat-zat kimia yang dapat memunculkan perasaan tersebut. Karbohidrat menstimulasi pengeluaran zat kimia otak yang menghasilkan perasaan positif, yaitu serotonin. Gula juga merangsang pengeluaran endorfin yang menghasilkan respon tenang dan rileks pada tubuh.

Tidak hanya makanan, anak-anak juga cenderung menggemari minuman manis. Menurut Feeding Infants and Toddlers Study (FITS) 2002, sebesar 28% anak usia 12-14 bulan, 37% anak usia 15-18 bulan, dan 44% anak usia 19-24 bulan mengonsumsi minuman manis, terutama minuman rasa buah, setidaknya sekali dalam sehari. Selain itu, hampir 50% anak usia 2-5 tahun mengonsumsi soft drink (Brown, 2011).

Hal ini tentu menjadi masalah jika anak ingin selalu makan makanan manis dan tidak ingin makan makanan lain yang lebih sehat. Padahal, terlalu sering mengonsumsi makanan dan minuman manis bisa memengaruhi penurunan asupan zat gizi lain. Keadaan ini bisa menyebabkan anak menjadi overweight atau obesitas dan juga dapat memicu timbulnya penyakit, seperti diabetes melitus tipe 2 maupun karies gigi.

Untuk itulah, sebaiknya orang tua membatasi konsumsi makanan dan minuman manis yang mengandung gula pada anak. Kini saatnya kita mengajarkan pola makan yang lebih sehat pada anak. Agar anak tak kecanduan makanan manis, berikut cara yang bisa Anda lakukan:

  • Mengkombinasikan Dengan Makanan Lain

Anda bisa kombinasikan cokelat dengan pisang atau kacang, susu kental manis dengan berbagai macam buah-buahan, dan menu kombinasi lainnya.

  • Ganti Dengan Buah

Jika anak sedang ingin makan makanan manis, coba ganti dengan buah. Dengan memakan buah, anak Anda juga akan mendapatkan serat dan zat gizi, selain rasa manis dari buah tersebut.

  • Berikan Batasan

Batasi minuman manis untuk anak Anda dengan tidak membiasakan anak jajan minuman manis dan memesan minuman manis saat di restoran. Berikan contoh dengan banyak mengonsumsi air putih.

  • Jangan jadikan makanan manis sebagai hadiah untuk anak

Studi menunjukkan bahwa menjadikan permen sebagai hadiah untuk anak yang berhasil menghabiskan sayuran turut meningkatkan kesukaan anak terhadap hadiah permen tersebut.

  • Biasakan anak melihat sayur dan buah

Jika di rumah Anda banyak kue manis dalam kaleng atau cokelat dalam toples, pindahkan makanan tersebut sehingga jauh dari jangkauan anak. Ganti dengan buah dalam keranjang atau sayuran dalam keranjang agar anak tidak asing dengan makanan sehat tersebut.

  • Ajak Anak Membuat Makanan Sendiri

Dibandingkan membeli makanan dalam kemasan, lebih baik berikan anak makanan manis yang dibuat sendiri di rumah. Ajak anak untuk membuat sendiri kue kesukaannya sambil ajari anak tentang makanan yang sehat dan makanan yang harus dibatasi.

  • Beri Pengertian

Anda dapat bercerita mengenai dampak buruk jika terlalu banyak makan makanan manis agar anak mengetahui mengapa mereka dibatasi makan makanan manis.

Dengan menerapkan pola hidup sehat sedari dini, tentunya akan menjadi sebuah kebiasaan baik yang akan terus ia terapkan saat dewasa kelak. Semoga artikel ini bermafaat. (Rap/*/Dry/INI-Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close