Nasional

Ada 379 Anak Jadi Korban Kejahatan Seksual Selama 2018

Oleh: Anisa Tri K

Wartamelayu.com, Jakarta – End Child Prostitution and Trafficking (ECPAT) Indonesia memantau pada tahun 2018, ditemukan hasil yang cukup mengejutkan terkait kekerasan seksual pada anak. Tercatat 150 kasus eksploitasi seksual anak dan 379 anak menjadi korban.

Direktur Eksekutif ECPAT, Ahmad Sofyan mengatakan kejahatan seksual pada anak, dipicu oleh adanya komunitas pelaku kejahatan yang teroganisir. Mereka bersembunyi di balik akun-akun dunia maya dengan menyamar sebagai anak-anak, atau profesi lainnya.

Pelaku kejahatan ini melakukan pemantauan dengan menyasar anak-anak di forum-forum, media sosial, hingga game online. “Pelaku melakukan pendekatan dengan anak-anak yang memiliki kecanduan atau penggunaan internetnya tinggi,” kata dia dalam pemaparannya pada acara Sosialisasi Internet Aman untuk Anak di Jakarta pada Kamis (5/9).

Untuk itulah diharapkan orang tua melakukan pengawasan dan mempertimbangkan kembali fungsi pemakaian gawai pada anak. “Gawai itu sejatinya diciptakan untuk orang dewasa, bukan untuk anak-anak,” jelas Sofyan .

Mengenai kasus pornografi anak, Sofyan menjelaskan jika pelaku bisa dijerat polisi dengan undang-undang pornografi anak. “Dalam kasus ini, pelaku bisa ditindak pidana karena terbukti menyimpan, menyebarkan konten pornografi. Dan melakukan tindakan kekerasan kepada anak dibawah 18 tahun,” jelasnya. (RAP/PS/INI Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close