Politik

Airlangga Dinilai Paling Dirugikan atas Kisruh Internal Golkar

Oleh: Muhajir

Wartamelayu.com, Jakarta – Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus, menilai Airlangga Hartato yang paling dirugikan atas kisruh yang terjadi di tubuh Partai Golkar. Kisruh ini bermuara pada perebutan kursi ketua umum pada Munas Golkar mendatang.

Kisruh Golkar ini semakin panjang. Upaya perebutan Kantor DPP Golkar oleh kubu pendukung Bambang Susatyo (Bamsoet) dan Airlangga Hartarto nyaris ricuh.

Sampai saat ini, Kantor DPP Golkar masih dijaga ketat aparat kepolisian. Ketegangan internal belum juga surut setelah upaya penggembokan paksa di pintu gerbang dan upaya mediasi dua pimpinan AMPG didepan Kantor DPP Partai Golkar.

Adu mulut sempat terjadi karena AMPG dari kubu Bamsoet tak terima dengan pernyataan kubu Airlangga. Kubu Airlangga secara sepihak memecat wakil Ketua Umum AMPG, Novel Saleh.

Lucius melihat ketegangan berujung pemecatan justru merugikan Airlangga selalu ketua umum. Ini karena dialah yang memegang kendali arah Golkar.

“Ini akan merugikan kubu Airlangga, karena melakukan pemecatan kepada orang orang yang berada di kubu Bamsoet, karena dia yang berada di kekuasaan. Dia yang menentukan banyak hal,” kata Lucius saat ditemui di Kantor Formappi, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (5/9).

Selain Itu, dia menyebut seharusnya konflik Itu tak perlu terjadi. Perpecahan tiap kali pemilihan ketua umum di semua partai memang rentang terjadi. Tapi, Golkar merupakan partai tergolong dewasa, sehingga konflik semacam itu tak perlu.

“Jangan sampai momentum ini (pemilihan ketum) dijadikan sebagai medium perpecahan. Golkar harus membuat tradisi bahwa persaingan, kompetisi itu biasa. Ridak boleh terjadi perpecahan,” kata dia.

Menurut dia, hanya di Golkar kader biasa bisa jadi ketua umum. Maka, citra itu tidak boleh dicoreng dengan perselisihan yang tak perlu.

“Pertahankan keterbukaan itu. Gaya-gaya seperti itu (melarang kubu Bamsoet masuk kantor DPP) itu tidak perlu. Tidak perlu melumpuhkan orang orang yang terafiliasi dengan kawan,” ucapnya.

Dia mengatakan, perselisihan semacam itu hanya akan mengurangi kader. Tak hanya itu, peristiwa semacam itu juga memelihara potensi perpecahan.

“Hari ini banyak partai baru yang besar lahir dari perpecahannya Golkar,” kata dia. (RAP/EP/INI Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close