Ekonomi

Animo Gadai Emas di Palembang Capai 70 Persen

Oleh : Gusti Tama

Tingginya kebutuhan tambahan salah satunya jelang hari raya keagamaan, animo transaksi gadai emas di Palembang meningkat.

Wartamelayu.com, Palembang – Akhir-akhir ini, masyarakat Palembang cenderung melakukan transaksi gadai emas dalam momen-momen tertentu, untuk mencukupi kebutuhan tambahan hari raya dan juga keperluan sekolah anak.

Hal ini diungkapkan Area Manager Bank Syariah Mandiri (BSM) Palembang, Ricky Rikardo mengakui, saat ini untuk bisnis emas yang melakukan transaksi di BSM, nasabah lebih cenderung melakukan transaksi gadai emas, yang biasanya sering terjadi saat hari raya keagamaan dan saat tahun ajaran baru.

“Komposisinya, untuk nasabah gadai emas mencapai sekitar 70 persen dan nasabah cicil emas mencapai 30 persen, dan ini berbeda dari sebelumnya biasanya nasabah melakukan gadai pada menjelang hari raya atau libur sekolah,” kata Ricky, Rabu (20/2).

Tak hanya warga biasa, para pengusaha konstruksi swasta pun ikut melakukan transaksi gadai emas untuk pembayaran termin.

Ia menjelaskan, pada 2018 realisasi bisnis lewat gadai emas dan cicil emas sebesar Rp4,1 miliar, namun tahun ini pertumbuhan bisnis emas baik gadai maupun cicil emas ditargetkan mencapai sebesar Rp5,2 miliar.

“Kami optimistis transaksi emas bagus tahun ini, mengingat ini tahun politik dan faktor lainnya harga emas diproyeksi bisa terkerek naik,” ucap Ricky.

Ia menjelaskan, per Rabu (20/2) harga emas tercatat Rp674 ribu per gram, meningkat lebih tinggi dibanding Desember tahun lalu yang berada di kisaran Rp650 ribuan per gramnya. Eskalasi harga ini diprediksi terus naik, sehingga emas tetap menjadi investasi menarik bagi para nasabah.

Menurutnya, bisnis emas akan terus diminati mengingat penjualan emas yang sangat aman dan kepastian pendapatan dari investasi. Saat nasabah membeli emas, harga yang berlaku adalah harga saat transaksi tersebut, namun saat dilakukan pencairan/penjualan harganya bertumbuh.

Selain itu, pengambilan emas pun cukup mudah, untuk itulah pihaknya optimis pertumbuhan penjualan dan cicilan emas akan terus tumbuh. Meski diakuinya, keberadaan marketplace akan menjadi tantangan tersendiri ke depannya bagi perbankan untuk bisa bersaing dan menguasai pasar sektor bisnis emas daring.

“Kami sedang mengembang sistem online untuk transaksi emas, saat ini sedang dikembangkan di kantor pusat, dengan system online ini nasabah tidak perlu datang ke kantor cabang untuk transaksi emas. Jadi pendaftaran melalui online saja, untuk nasabah yang berada di luar kota dapat mengambil fisik emas di mitra mitra yang bekerjasama,” ujarnya.

Terobosan ini dilakukan untuk memudahkan nasabah untuk bertransaksi, khususnya membidik pangsa pasar nasabah kaum milenial.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close