Ekonomi

Awal 2020, Minamas Plantation Luncurkan Benih Sawit iCalix

Oleh: Bantolo

Wartamelayu.com,Jakarta – Di awal tahun 2020 mendatang, Minamas Plantation melalui pusat penelitiannya Minamas Research Centre (MRC) akan merilis benih unggul iCalix ke pasaran dalam mendukung peningkatan produktivitas dan daya saing produk sawit nasional.

Minamas Plantations telah memulai riset dan pengembangan benih unggul iCalix sejak tahun 2010 melalui pusat penelitian MRCyang berlokasi di Riau. Pada bulan Februari lalu, Minamas Plantation telah resmi menerima Surat Persetujuan Penerbitan Benih Kelapa Sawit (SP2BKS) dari Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian Indonesia.

“Saya mewakili Minamas Plantation mengucapkan terimakasih atas dukungan dan kepercayaan Pemerintah, dalam hal ini, Kementerian Pertanian beserta seluruh jajarannya sehingga kami dapat menjadi salah satu pelaku bisnis benih kelapa sawit unggul di Indonesia,” ungkap Shamsuddin Muhammad, Direktur Utama Minamas Plantation.

Benih yang diproduksi dan disalurkan saat ini merupakan benih iCalix yang didapatkan dari persilangan antara induk Dura Banting terseleksi dengan induk Pisifera AVROS yang berasal dari Afrika, karena dinilai paling cocok untuk menghasilkan bibit berkualitas dengan tingkat produksi yang tinggi.

“Benih iCalix memiliki potensi produksi Tandan Buah Segar (TBS) sebesar 30,9 ton per hektar per tahun dan juga bisa menghasilkan Crude Palm Oil (CPO) 8,5 ton per hektare per tahun. Dibandingkan dengan benih lain iCalix memiliki keunggulan dari sisi kandungan dan produksi minyak yang tinggi serta pertumbuhan tinggi pohon yang agak lambat. Selain itu, iCalix juga memiliki rasio oil to bunch yang tinggi artinya memiliki potensi kandungan minyak yang tinggi dalam setiap tandannya. Tanaman mulai dapat dipanen pada umur 24 bulan setelah tanam di lapangan dan juga relatif tahan terhadap penyakit Ganoderma,” ujar Head MRC, Dr. Shahrakbah Yacob.

Hingga saat ini, kapasitas produksi kecambah iCalix mampu mencapai 2 juta butir kecambah per tahun dan penggunaannya lebih ditujukan untuk memenuhi kebutuhan internal dahulu sebelum dipasarkan secara komersial ke pelanggan eksternal, termasuk kebun plasma. Untuk mendapatkan iCalix, saat ini pembelian hanya dapat dilakukan di kantor MRC – Riau dengan harga kisaran Rp. 10.000,-/butir.

“Kami berharap bahwa terobosan-terobosan yang kami upayakan saat ini sejalan dalam mendukung program peremajaan sawit dan intensifikasi lahan sawit nasional yang berkelanjutan. Kedepannya, iCalix juga akan dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan petani plasma Minamas Plantation yang memasuki masa replanting”, katanya. (Rap/*/Dry/INI Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close