Nasional

Baznas Komitmen Kembangkan Program Lumbung Pangan

Oleh: Rudi Hasan

Indonesiainside.id, Jakarta – Sebagai komitmen untuk meningkatkan pengembangan program Lumbung Pangan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membuka Sekolah Tani Organik di Desa Cibatu, Kecamatan Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat. Bentuk sekolah tani itu berupa pelatihan selama tiga bulan.

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat Baznas, Irfan Syauqi Beik mengatakan, sekolah tani tersebut menyasar para peternak. Sebagian besar dari peserta adalah penerima manfaat dari Program Lumbung Pangan yang telah dilaksanakan Baznas di lima titik di Provinsi Jawa Barat dan Papua.

“Baznas berkomitmen untuk meningkatkan pengembangan program Lumbung Pangan di desa Cibatu dengan menggelar sekolah tani organik bagi petani binaan baru,” kata Irfan di Jakarta, Selasa (29/10).

Dia menuturkan, masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan pertanian organik yang telah dirintis oleh Baznas sejak November 2018 itu. Ini terbukti dengan semakin meningkatnya permintaan dari masyarakat kepada Baznas untuk rutin menggelar program serupa.

Bukan hanya pendidikan teori di dalam seminar, sebanyak 43 peserta Sekolah Tani Organik juga akan langsung praktik di lapangan. Pemberian pelatihan materi melalui seminar diberikan oleh tenaga ahli organik.

Selain itu, untuk lebih mempermudah pemahaman, para penerima manfaat itu juga diberikan modul pembelajaran yang disusun ke dalam buku panduan teknis. Seusai menerima pelatihan materi melalui seminar, para peserta melakukan praktik di lapangan yang dibimbing langsung oleh tenaga ahli.

Irfan berharap keberadaan sekolah tani bisa menjadi salah satu solusi bagi masyarakat petani yang kekurangan modal usaha dengan memanfaatkan bahan-bahan alam yang ada di sekitar mereka.

“Kegiatan ini dapat menjadi suatu pondasi bersama untuk membangun desa Cibatu menjadi kampung organik yang memiliki daya tarik usaha dan pariwisata sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar dia.

Kepala Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik, Ajat Sudarjat mengatakan, melalui kegiatan Sekolah Tani Organik, diharapkan petani dapat memahami konsep pertanian organik dan dapat mengaplikasikan konsep pertanian organik pada lahan pertanian mereka. “Sehingga ke depan akan terwujud pertanian berkelanjutan yang lebih murah dan terjangkau, sekaligus sehat bagi ekosistem pertanian,” ucapnya. (RAP/AIJ/INI Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close