Nasional

Begini Respons Menhub terkait Marak Kejahatan Ojek Daring Gadungan

Oleh: Icheiko Ramadhanty

Wartamelayu.com, Jakarta – Banyaknya kejahatan atau aksi kriminal bermoduskan pengemudi ojek daring belakangan ini, menimbulkan keresahan tersendiri di tengah masyarakat, khusunya para konsumen. Di satu sisi, masyarakat beranggapan transportasi ini menawarkan berbagai kemudahan. Mulai dari kebebasan macet, kemudahan pemakaian, tarif murah, hingga berbagai diskon yang ditawarkan.

Akan tetapi, tidak jarang kasus kejahatan yang dilakukan oknum pengemudi ojek daring kepada konsumennya, terutama kaum perempuan. Menyikapi fenomena ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berjanji akan memanggil para aplikator ojek daring untuk melakukan evaluasi.

“Menyelisik apa yang terjadi, maka Kemenhub akan memanggil para aplikator untuk meningkatkan kewaspadaan atau mengevaluasi yang bersangkutan,” kata Budi ditemui seusai rapat kerja (raker) dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (13/11).

Dia menuturkan, proses evaluasi meliputi mulai dari rekrutmen calon pengemudi. Menurut Budi, rekrutmen ojek daring itu sebaiknya dilakukan secara tatap muka. Selain itu, Kemenhub juga akan memantau member aktif dari ojek daring. “Karena biasanya kalau ada pihak yang melakukan tindakan seperti itu, maka adanya kelainan-kelainan,” ujarnya.

Budi menegaskan, tidak hanya akan melakukan evaluasi kepada ojek daring, Kemenhub juga akan menekan perusahaan dalam pembuatan SOP yang tepat. “Walaupun dia (pelaku kejahatan) pakai atribut ojek daring, yang jadi pertanyaannya kan darimana dia mendapatkan jaket itu?” ucapnya.

Kasus ini, kata Menhub Budi, juga akan dijadikan bahan introspeksi bagi instansinya. “Kami jadikan self correction dalam internal Kemhub untuk memerangi banyaknya kejahatan yang dilakukan oleh pengemudi ojek daring. Kira-kira langkah strategis apa yang harus kami lakukan,” tuur Budi. (RAP/AIJ/INI Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close