Feature

Berbeda Pilihan Calon Presiden, Disatukan Dalam Pernikahan

Oleh: M Sofuan

Wartamelayu.com, Palembang- Perbedaan pandangan politik, sepertinya bukan menjadi penghalang bagi pasangan Abul Hasan Al Asy Ari dan Lisa Novita Sari. Keduanya menyatukan diri dalam suatu ikatan pernikahan.

Dimana calon mempelai laki-laki, Ari lebih  memilih Joko Widodo sebagai Presiden, sementara wanita, Lisa  memilih Prabowo Subianto. Tetapi kekuatan cinta mereka tetap saling menghormati satu sama lain, bahkan untuk saling menghormati keduanya mendesain undangan dalam bentuk pemilihan calon Presiden 2019.

Cinta Ari dan Lisa ini juga tergolong unik, mereka dipertemukan dalam suatu calon Presiden 2014 lalu. Keduanya sudah berbeda pilihan. Rasa cinta keduanya terus tumbuh hingga sampai ke jenjang perkawinan.

Dalam desain undangan untuk menghormati pilihan masing-masing kedua pasangan ini, bukan hanya memasang foto dirinya dengan pose. Dimana Ari sebagai calon pengantin laki-laki menunjukkan jari jempolnya, sebagai simbol dukungan terhadap Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Sementara Lisa sebagai calon pengangtin wanita tidak mau kalah, menunjukkan simbol Prabowo Subianto- Sandiaga Salahuddin Uno. Dimana sambil tersenyum menunjukkan jari jempol dan tunjuk sebagaimana biasa ditunjukkan oleh Prabowo-sandi pada pendukungnya.

 

Sementara bagian atas mereka terpasang logo Jokowi-Amin dan Prabowo-Sandi, warna undangan tetap menunjukkan Indonesia yaitu Merah Putih.

Ari yang merupakan pendukung capres Joko Widodo, berharap ingin calonnya bisa meraih kemenangan 2 periode agar bisa meneruskan pembangunan infrastruktur.

Sementara Lisa mendukung capres Prabowo Subianto karena menginginkan perbaikan ekonomi dan kagum dengan ketegasan Prabowo

Menurut Ari dan Lisa, mereka hanya ingin menyampaikan pesan dalam perdamaian, bahwa perbedaan pandangan politik bukan untuk saling menjatuhkan tetapi agar bisa menyatu dalam kehidupan dalam perbaikan masa depan.

“Kami akan melangsungkan pernikahan pada 20 April 2019, usai pemilihan nanti. Ini sengaja kami pilih karena tidak ada hirup pikuk politik dan ini menunjukkan bahwa kami selalu damai walaupun berbeda pilihan,” ujar Ari.

Dikatakan Lisa, ketika menyapaikan ide kepada keluarga sempat ditentang dan ditertawakan. Tetapi setelah dijelaskan keluarga akhirnya setuju.

“Kami berharap KPU dan  Bawaslu, Kepolisian juga tidak hanya mengawasi tahapan pemilu serentak 2019 namun juga menebarkan virus perdamaian dan persatuan demi terus tegaknya NKRI, “ujar Lisa.

Cerita Ari bahwa sebelumnya mereka kebingungan dengan persiapan ditengah waktu yang semakin dekat, dimana persiapan undangan belum selesai. Ketika masuk percetakan tidak sangup menyelesaikan pada tanggal 20 April.

Ditengah kebingungan itu maka muncul ide agar mendesain sendiri undangan yang lebih sederhana dengan tema pemilihan Presiden 2019.

“kami hanya merasa prihatin saja dengan keadaan politik sekarang ini, dimana perpecahaan antar pendukung sangat kuat mulai dari dunia nyata hingga ke media sosial, dan akhirnya muncul ide membuat undangan karena kami juga berbeda pilihan,” jelas Ari.

Dijelaskan Ari ketika undangan ini meyebar, kami banyak mendapat respon positif dari teman, kerabat maupun ada ke media sosial.

“Tetapi ini kami sebenarnya hanya menyampaikan, jangan sesama saudara kita menjadi perpecahan karean pilihan Presiden yang berbeda. Mari kita ambil hikmah positif untuk bisa saling menghormati, pilihan itu soal hati saya pilih Jokowi dan si Doi pilih Prabowo,” tutur Ari sambil memandang Lisa. (NS)

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close