Nusantara

Bertemu Wantannas, Mawardi Curhat Soal Karhutla Hingga Angka Kemiskinan

 

Oleh: Rio AP

Wartamelayu.com, Palembang — Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mawardi Yahya bertemu tim kajian daerah (Kajida) Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) yang diketuai Mayjend TNI Afanti Suloli di kantor Gubernur Sumatera Selatan, Senin (4/11).

Di pertemuan itu, Mawardi menyampaikan sejumlah hal sebagai bahan masukan untuk dikaji, serta juga berbicara terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga angka kemiskinan. Dia menyebut, berbicara ketahanan nasional pada akhirnya menuju satu muara yaitu NKRI, yang dipengaruhi banyak faktor.

“Pertama, secara geografis di Sumatera Selatan masih banyak daerah terisolir atau rawa yang mengakibatkan timbulnya kebakaran lahan. Ini jadi momok tersendiri, utamanya saat musim kemarau tiba. Upaya pemadaman telah dilakukan, tapi sangat sulit sehingga mengganggu aktivitas di segala bidang, yang berdampak pada perekonomian,” ujar Mawardi di Palembang.

Selanjutnya, kata dia, secara demografi kondisi wilayahnya tergolong aman, kondusif, dan damai. Dia menilai, bahwa masyarakat Sumatera Selatan dapat hidup berdampingan dengan beragam suku, agama, dan ras.

Namun, lanjut dia, sektor sumber daya alam (SDA) perlu menjadi perhatian. Sejauh ini masyarakat di daerah penghasil tambang, dan migas justru tingkat kemiskinannya paling tinggi, seperti Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), dan Kabupaten Lahat.

“Ya, masukan bagi pemerintah pusat, bagaimana pengelolaan dana bagi hasil minyak dan gas itu dapat dikaji lebih lanjut dan dibuat rumusannya agar tingkat kesejahteraan hidup masyarakat dapat berbanding lurus dengan daerahnya sebagai sumber tambang dan migas,” tambah dia.

Bukan itu saja, menurutnya, terkait masalah terorisme dan hukum situasi di wilayahnya tergolong kondusif. Seperti disampaikannya beberapa waktu lalu, ia menyebut, tidak ada simpul-simpul terorisme di Sumatera Selatan, namun tidak menutup kemungkinan sebagai wilayah perlintasan (transit).

Dia menambahkan, pihaknya berkomitmen menuntaskan pembangunan infrastruktur di daerah terutama di wilayah terisolir, sehingga pada 2020 semua jalan provinsi di kabupaten dan kota selesai, begitu juga dengan pembangunan rumah sakit pratama. “Sebaran pembangunan baik kuantitas dan kualitas harus seimbang untuk mewujudkan keadilan sosial,” ungkap dia.

Sementara itu, ketua tim Kajida Sekjen Dewan Ketahanan Nasional, Mayjend TNI Afanti Suloli, mengatakan kedatangan timnya ke Kota Palembang itu untuk mengkaji dan mendapatkan data-data akurat terkait berbagai hal seperti bidang Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), lingkungan hidup dan kehutanan, karhutla, pengelolaan sampah, serta budaya Palembang, dan lainnya.

“Hasil kajian itu nantinya akan dijadikan rujukan dan rekomendasi, juga dilaporkan kepada Presiden Jokowi,” tuturnya. (RAP)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close