Humaniora

Berusia 26 Tahun, Mahasiswi Universitas Airlangga Raih Gelar Doktor

Oleh: Tom Lazuardi

Wartamelayu.com, Surabaya – Nastiti Intan Permata Sari memang tidak seperti Grandprix Thomryes Marth Kadja yang lulus cumlaude program doktoral ITB dalam usia 24 tahun. Namun, gadis asal Madiun itu tetap luar biasa. Nastit meraih gelar doktor dari Universitas Airlangga setelah delapan tahun lulus dari SMA.

Di Universitas Airlangga, ia menempuh pendidikan S1 pada 2011 dan lulus S3 pada 2019. September nanti, ia resmi diwisuda dan meraih gelar doktor Ilmu Kedokteran. Bahkan, Nastiti lulus pendidikan doktor dengan IPK sempurna, 4,00.

Untuk sarjana, Nastiti mengambil program studi (prodi) Biologi di Fakuktas Sains dan Teknologi (FST) dalam waktu 3,5 tahun. Sambil kuliah, ia juga aktif di berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Himpunan Mahasiswa. Ia pernah aktif di UKM Penalaran, UKM Karawitan, dan UKM Resimen Mahasiswa.

Lulus sarjana strata satu, Nastiti mengambil Program Magister Kedokteran Tropis. Untuk masuk program Pascasarjana ini tidaklah mudah karena program studi yang dipilihnya masuk dalam bidang medis. Ini berbeda dengan bask pendidikan S1-nya di biologi. Meski demikian, di bawah bimbingan Prof. Ni Made Mertaniasih, ia lulus dari Fakultas Kedokteran (FK) dengan predikat membanggakan.

Ia juga lolos beasiswa program Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU). Beasiswa ini juga tidak mudah, karena ia harus memenuhi syaratnya menyerahkan proposal dan mengikuti seleksi ketat. “Banyak syarat yang harus dipenuhi. Berkat dukungan orang tua dan dosen pembimbing, saya lolos dan mendapatkan beasiswa PMDSU,” ujar Nastiti.

Pada 2017, Nastiti melakukan penelitian tentang metode molekuler untuk identifikasi bakteri penyebab Tuberkulosis paru di Kyoto University, Jepang. Tahun selanjutnya, ia kembali ke Jepang melanjutkan penelitian di Nara Institute of Science and Technology bersama Prof. Hirotada Mori. Penelitian tersebut bertujuan menyelesaikan disertasi.

“Alhamdulillah, hasil penelitian saya diterima di jurnal Q2 Scopus BMC research notes, dan saya dinyatakan lulus doktor pada 1 Agustus 2019,” kata ia. (Rap/Lin/PS/INI Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close