KhazanahNews

Biaya Haji Indonesia Termurah Dibanding Negara ASEAN

Oleh: Azhar AP

Wartamelayu.con, Makasar — Jika dibanding dengan negara-negara ASEAN, Biaya Pelaksanaan Ibadah Haji (BPIH) di Indonesia diklaim sebagai biaya haji yang termurah. Bahkan jauh lebih rendah dibandingkan Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Tengku Ace Hasan Sadzily mengatakan, kondisi normal biaya haji Indonesia seharusnya menyentuh angka Rp69.950.000. Tapi faktanya, jamaah haji Indonesia hanya membayar BPIH sekitar Rp35 jutaan.

“Itupun masih dikembalikan ke jamaah lagi dalam bentuk living cost sebesar 1.500 real Saudi,” kata Ace saat melakukan kunjungan kerja ke Asrama Haji Sudiang, Embarkasi Makassar, seperti dilansir Kemenag.go.id pada Jumat (21/6).

Menurut Ace, murahnya BPIH calon jamaah haji Indonesia merupakan hasil kerja keras dan perjuangan antara pemerintah dengan DPR. “Ini juga wujud komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada Jemaah Haji kita khususnya umat Islam,” katanya.

Sekretaris Ditjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Ramadhan Harisman mengungkapkan, hasil kajian alam rentang 2015–2018, BPIH Indonesia adalah yang paling rendah dibanding Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura.

“Ketiganya adalah negara dengan jemaah haji terbesar di ASEAN. Meski jumlah jamaah Indonesia jauh lebih banyak ketimbang tiga negara tersebut,” katanya.

Menurut dia, dalam empat tahun terakhir, rata-rata biaya haji Brunei Darussalam berkisar di atas 8.000 dolar AS. Di Singapura, rata-rata di atas 5.000 dolar AS, dan Malaysia sebesar 2.750 dolar AS pada 2015, 2.568 dolar AS pada 2016, $
2.254 dolar AS pada 2017, dan 2.557 dolar As pada 2018.

“Dalam dolar, rata-rata BPIH Indonesia pada 2015 sebesar 2.717 dolar AS. Sementara tiga tahun berikutnya adalah 2.585 dolar AS di 2016, 2.606 dolar AS di 2017, dan 2.632 dolar AS di 2018,” ujar Ramadhan.

Sekilas, BPIH Indonesia lebih tinggi dari Malaysia. Namun, sebenarnya lebih murah. Sebab, dari biaya yang dibayarkan jemaah, ada 400 dolar AS atau setara 1.500 riyal yang dikembalikan lagi kepada setiap jamaah sebagai biaya hidup di Tanah Suci. (Rap/Aza/INI-Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close