Nusantara

BMKG: Curah Hujan di Sumsel Mundur

 

Oleh: Rio AP

Wartamelayu.com, Palembang — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kenten, menyebut bahwa Sumatera Selatan mengalami hangat dan kering, serta mundurnya curah hujan. Mundurnya curah hujan itu akibat Siklon Tropis NAKRI di Laut Cina Selatan dan Siklon Tropid Halong di Samudera Pasifik, serta meningkatnya titik panas atau hotspot di sejumlah lokasi.

Dampak itu membuat asap kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan beberapa hari terakhir kembali menebal. Apalagi, peningkatan kembali titik panas terjadi di beberapa daerah seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI), dan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Kepala BMKG Stasiun Kenten, Nuga Putranjito, kondisi Sumatera Selatan kini dikarenakan adanya Siklon Tropis NAKRI di Laut Cina Selatan dan Siklon Tropid Halong di Samudera Pasifik Timur Laut Philipa dan Sirkulasi Siklonik.

“Kondisi kering karena adanya tiga siklon tropis inilah, dampaknya semua uap air yang ada di sekitar ini tertarik ke utara semua dan menjadikan anomali cuaca khususnya Selatan equator. Potensi prakiraan hujan berada di Februari hingga Maret,” ujar dia di Palembang, Jumat (8/11).

Terkait laporan dari BMKG itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, menegaskan, pemerintah provinsi setempat bersama Forkompinda membuat keputusan untuk memperpanjang lagi status tanggap darurat karhutla dengan tenggat waktu 20 hari ke depan.

“Ya, tanggap darurat se-Sumsel, tapi untuk penurunan petugasnya difokuskan pada titik tertentu terutama di Kabupaten OKI, OI dan PALI. Ini upaya kita bagaimana mencegah agar jangan sampa terjadi lagi,” ungkap dia.

“Tempratur kemarin juga sempat pada level 36,8 derajat celcius berhawa panas, kemarau kering sehingga apapun tumbuhan menjadi kering dan lebih mudah tersulut api,” tambahnya. (RAP)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close