NewsNusantara

BPBD Sumsel Minta Bantuan Pesawat Pembuat Hujan ke Pusat

 

Oleh: Rio AP

Wartamelayu.com, Palembang — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) telah meminta bantuan ke Pusat. Bantuan yang diusulkan yakni untuk mengirimkan pesawat Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna menciptakan hujan buatan.

Kabid Penanggulangan Penanganan Kedaruratan BPBD Provinsi Sumsel, Ansori, menyebut usulan tersebut diajukan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sebagai upaya mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumsel.

“Kita sudah ajukan. Sekarang ini masih diproses dan dibahas oleh BNPB dan juga BPPT. Kemungkinan besar akan dilakukan hujan buatan. Tapi masih menunggu perkembangan cuaca,” ujarnya di Palembang, Senin (1/7).

Baca Juga

Musim Kemarau di Sumsel Diprediksi Mulai Agustus

Empat Helikopter Disiagakan Atasi Karhutla di Sumsel

Namun, kata dia, sejauh ini guna mengantisipasi terjadinya Karhutla di Sumsel, pihaknya sudah mensiagakan sebanyak 4 helikopter untuk waterbombing. Keempat helikopter tersebut masing-masing 1 unit heli WB Mi-8 UR-CNC, Mi-8 RA 22583, Mi-8 RA 22747, dan Mi-8 RDPL 34140.

“Di tahap pertama sudah ada tiga heli, kemudian Sumsel dapat bantuan heli lagi dari BNPB satu heli untuk waterboombing di area terbakar,” ucapnya.

Dia menjelaskan, hingga kini pihaknya terus melakukan sosialisasi ke warga di Sumsel untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. “Seperti kejadian di Pali, pemilik lahan kami imbau agar tidak membuka lahan dengan membakar,” katanya.

“Tapi, permasalahannya warga masih kesulitan mencari metode pembukaan lahan tanpa dibakar. Inilah yang akan disosialisasikan lebih intens ke masyarakat,” kata dia lagi.

Ia mengatakan, pembuatan sekat kanal di lahan perkebunan sudah cukup efektif untuk menekan kebakaran lahan. Terbukti, titik panas yang timbul tidak berada di kawasan lahan yang memiliki sekat kanal.

“Sejauh ini pantauan kami, kebakarannya tidak timbul di kawasan sekat kanal. Jadi memang pembuatan kanal cukup efektif menekan angka hotspot, karena kondisi lahan tetap basah walaupun situasi udara saat ini sudah mencapai 33 derajat celcius,” tuturnya. (RAP)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close