Humaniora

Dari Sumba Timur, Siswi SMP Ini Berbicara di Forum PBB

Oleh: Anisa Tri K

Wartamelayu.com, Jakarta – ‘Kita Anak Indonesia, Kita Gembira’ menjadi slogan Hari Anak Nasional 2019. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) memberikan penghargaan kepada anak-anak yang berprestasi, termasuk Roslinda.

Siswi kelas 3 SMP dari Sumba Timur itu menjadi delegasi anak Indonesia di ajang internasional. KemenPPPA memberikan apresiasi kepada Roslinda berupa piagam penghargaan atas prestasinya yang telah memperjuangkan hak sipil anak dan akte kelahiran di wilayahnya.

Roslinda (14), biasa dipanggil Oslin, berasal dari Desa Kombapari, Sumba Timur. Anak keempat dari lima bersaudara ini bahkan sempat menjadi perwakilan anak Indonesia untuk berbicara di rangkaian kegiatan High Level Political Forum (HLPF) on Sustainable Development di New York, pada 9-18 Juli 2019.

Oslin secara khusus berbicara mengenai target pembangunan 16.2, khususnya tentang penghapusan kekerasan terhadap anak. Dalam forum tersebut, Oslin menceritakan pengalaman dan keterlibatannya dalam melakukan advokasi perlindungan anak di wilayahnya.

Meskipun berasal dari desa yang kecil dengan segala keterbatasan fasilitas dan akses, tidak membuat Oslin berdiam diri saat terjadi kekerasan anak, yang kerap terjadi di desanya. Komitmen Oslin diwujudkan dengan terlibat secara aktif dalam menyelesaikan isu tersebut. Ia terlibat di Forum Anak Kombapari dampingan Wahana Visi Indonesia sejak tahun 2016 dan menjadi ketua mulai tahun 2018.

Pertemuan ini merupakan agenda tahunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melihat sejauh mana implementasi agenda tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals/SDGs) telah dilaksanakan. Indonesia merupakan satu dari 47 negara yang menghadiri forum tersebut dan menyampaikan laporan nasionalnya (voluntary national report/VNR) dalam mengimplementasi agenda tujuan pembangunan berkelanjutan.

Oslin terpilih sebagai wakil anak Indonesia. Bahkan ia sebagai satu-satunya perwakilan anak dari Asia Tenggara.

“Saya bersemangat untuk memperjuangkan hak anak, terutama hak untuk perlindungan dan pendidikan. Saya membayangkan setiap anak di desa dan negara saya terlindungi dari segala bentuk kekerasan,” ujar Oslin.

Oslin berbicara di hadapan peserta dan delegasi PBB, perwakilan pemerintah setiap negara, sektor privat, NGO internasional, anak-anak dan pemuda. Acara yang dimotori oleh World Vision dan UNICEF ini mengusung tema ‘Memberdayakan Masyarakat dan Menjamin Inklusivitas dan Kesetaraan’.

“Setiap anak layak mendapatkan perlindungan dan dilindungi dari setiap kekerasan,” tururnya. Pascakeikutsertaannya di HLPF, Oslin berharap mampu mendorong teman-teman sebayanya untuk turut terlibat aktif dalam upaya penghapusan kekerasan terhadap anak di Indonesia. (RAP/AS/INI Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close