Nusantara

DLHK Sumsel: Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori Sedang

 

Oleh: Rio AP

Wartamelayu.com, Palembang — Pascakabut asap menyelimuti Kota Palembang dan sekitarnya, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Provinsi Sumatera Selatan terus memantau kondisi kualitas udara di Kota Palembang.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan dan Pengelolaan Sampah B3 dan Limbah B3 DLHK Provinsi Sumsel, Dany Fachrizal, mengatakan, kualitas udara di Kota Palembang khususnya dan beberapa wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan masih masuk dalam kategori sedang.

Baca Juga

Kabut Asap Melanda Palembang, 11.000 Masker Dibagikan

Duh, Kabut Asap di Palembang Semakin Tebal

Dia menyampaikan, bahwa Air Quality Monitoring System (AQMS) mencatat jika kondisi udara di Kota Palembang masih dalam tahap baik di bawah kisaran range scala 50-100 yang menandakan kualitas udara itu masuk kategori sedang.

“Dari pemantauan kualitas udara, range kualitas udara masuk dalam kategori sedang. Sedangkan, dalam keadaan baik di bawah kisaran angka 1-50 yang artinya baik. 50-100 sedang, 100-150 kurang baik, 150-300 itu berbahaya,” ujar dia di Palembang, Jumat (6/9).

Menurut dia, Katogeri udara sedang jika pm10 ada peningkatan konsentrasi seperti Sulfur Dioksida atau SO2 dampak kejadian kebakaran hutan dan lahan, yang biasanya terjadi saat pukul 05.00 sampai 07.00 WIB.

“Ketika pagi hari memang pekat, tapi kalau siang hari berangsur berkurang. Setalah adanya perubahan angin matahari maka kepekatan hilang,” kata dia.

Ia menambahkan, berbeda ketika malam hari menjelang. Dia menilai, karena ada faktor penyebab kelebapan membuat udara yang bercampur dengan asap justru membuat kondisi kian pekat. Akibatnya, kata dia, jarak pandang pun terganggu.

“Dibandingkan dengan 2015 lalu, tahun ini tidak separah saat ini. Kita berdoa saja semoga hujan bisa turun sehingga kualitas udara bisa lebih baik,” tuturnya. (RAP)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close