Nusantara

Duh, Tanah di Ancol Ambles 12 Sentimeter per Tahun

Oleh: Annisa Fadhilah dan Suandri Ansah

Wartamelayu.com, Jakarta – Maraknya pengambilan air tanah secara berlebihan di Jakarta mengakibatkan turunnya muka air tanah. Menjadj penyebab terjadinya penurunan tanah (landsubsidence) dan intrusi air laut, terutama di wilayah utara Jakarta.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Rudy Suhendar memaparkan, penurunan muka air terdalam di wilayah Cekungan Air Tanah (CAT) Jakarta sekitar minus 40 meter di bawah permukaan laut (m.dpl).

Pada 2018, kondisi muka air tanah mengalami perubahan positif dengan penurunan terdalam berada di CAT Jakarta Utara pada level minus 35 m.dpl.

“Laju penurunan permukaan tanah tertinggi yang terukur oleh alat GPS Geodetik adalah 12 sentimeter per tahun di daerah Ancol wilayah Jakarta Utara,” ujarnya dalam sosialisasi kondisi air tanah di Jakarta di hadapan para awak media, Selasa (15/10) di Jakarta.

Rudy menambahkan, faktor lain yang menjadi penyebab penurunan permukaan tanah adalah kompaksi secara alamiah. Selain itu pembebanan akibat pembangunan dan geotektonik turut memperdalam penurunan.

Sementara saat ini, katanya, kebutuhan air bersih di Jakarta diperkirakan mencapai 846 juta meter kubik per tahun. Sedangkan layanan air PDAM Jakarta hanya mencapai sekitar 62%.

Mau tak mau air tanah menjadi satu-satunya tumpuan terakhir. “Sehingga sisa kebutuhan air bersih dipenuhi dari pengambilan air tanah,” imbuhnya. (Rap/*/Dry/INI Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close