Tekno

Duh, WhatsApp Diretas Israel

Oleh: Eko P

Wartamelayu.com, Jakarta – Aplikasi perpesanan instan WhatsApp (WA) kembali bobol. Kali ini perusahaan keamanan dan intelijen Israel NSO Grup dituding dibalik peretasan dan penyadapan yang terjadi.

Tak tanggung-tanggung, menurut perusahaan induk WhatsApp, Facebook Inc, para pengguna yang disadap meliputi para aktivis hak asasi manusia, jurnalis di berbagai negara, juga pejabat penting pemerintahan dan diplomatnya. NSO Grup melakukan aksi ini dengan menanamkan malware yang merusak.

Malware adalah suatu program yang dirancang dengan tujuan untuk merusak dengan menyusup ke sistem komputer. Program jahat ini meliputi virus, worm, trojan horse, rootkit, spyware, jebakan melalui adware, serta perangkat lunak lain yang berbahaya.

Alih-alih menyerang WhatsApp langsung, NSO Grup sangat cerdik karena menyadari enkripsi end to end WhatsApp sangat ketat dan lebih susah ditembus. Perusahaan Israel ini menanamkan program jahat langsung ke pengguna yang ditargetkan. Perusahaan yang berafiliasi dengan pemerintah Israel ini menanamkan malware atau spyware langsung ke pengguna daripada repot-repot menembus sistem keamanan WhatsApp, guna mendapatkan datanya.

“Ketika kami mengumpulkan informasi keluhan pengguna, kami mempelajari bahwa para penyerang menggunakan server dan layanan hosting Internet yang sebelumnya dikaitkan dengan NSO. Selain itu, kami telah mengikat akun WhatsApp tertentu yang digunakan selama serangan kembali ke NSO,” kata vice president of WhatsApp, Will Cathcart seperti dikutip The Washington Post, Kamis (31/10).

Perusahaan Israel melakukan serangan dengan mengeksploitasi celah rentan pada panggilan audio di WhatsApp dan pengguna yang ditargetkan berpikir mereka mendapatkan panggilan, padahal ketika hal itu dijawab, maka seketika malware langsung menginfeksi perangkatnya. Selanjutnya semua data di smartphone pengguna tanpa sadar akan dicuri.

“Serangan mereka sangat canggih, namun upaya menutupi jejak setelah perusakan yang dilakukan tak sepenuhnya berhasil,” ungkapnya.

WhatsApp dengan cepat menambal celah-celah rentan dan telah terkena serangan malware NSO. WhatsApp juga menjerat akun WA yang digunakan NSO untuk menyerang target tertentu dan mengumpulkan informasi komplain pengguna atas kejadian ini.

Sekitar 1.400 perangkat yang ditargetkan dan menjadi korban eksploitasi ulah perusahaan Israel itu. Diantaranya, lebih dari akun WA 100 pembela HAM, wartawan dan komunitas masyarakat madani. Selain itu pejabat pemerintah dan diplomat juga menjadi sasaran.

Atas bukti-bukti itu, WhatsApp kini mengajukan gugatan di Pengadilan Federal California, menuntut ulah NSO Grup yang menggunakan malware untuk menyadap pesan dan komunikasi para penggunanya.

Perusahaan Israel itu seperti biasa membantah kabar ini. (RAP/EP/INI Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close