Politik

Elite Partai Harus Turun Tangan Atasi Konflik Internal Golkar

Oleh: Rudi Hasan

Wartamelayu.com, Jakarta – Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti, menilai kisruh yang ditimbulkan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) di Kantor DPP Golkar, Jakarta, patut disesalkan. Dia pun menyarankan agar elite partai itu turun tangan menyelesaikan masalah di internal Golkar.

“Mungkin Dewan Pendiri bisa turun tangan untuk mencegah munculnya hal lain,” kata Ray pada Indonesiainside.id, Ahad (8/9).

Dia menuturkan, dua tahun lalu Golkar juga pernah disibukkan dengan pertikaian internal. Namun konflik bisa diredakan setelah para tokoh senior parpol berlambang beringin itu turun tangan. Ray pun melihat, setahun terakhir kondisi di Golkar sebenarnya relatif solid namun suasana penuh intrik.

“Sangat disayangkan, harusnya cari solusi,” ujarnya.

Dia melihat Golkar sebagai partai yang paling menganut egalitarianisme saat ini. Tidak ada ketokohan yang menonjol ataupun kekuatan yang mendomninasi di Golkar. Tak ada pula pihak yang “memiliki” atau menguasai Golkar berdasarkan trah atau garis keturunan di partai itu.

“Artinya, seharusnya kan enggak sulit buat berdialog,” kata dia.

Kemarin, puluhan anggota AMPG mendatangi Kantor DPP Partai Golkar. Mereka ingin bertemu dengan pengurus DPP Partai Golkar untuk menyampaikan aspirasi.

Sayanya, mereka tidak diizinkan masuk ke dalam kantor itu. “Kalau memang kami tidak boleh masuk, Ketua Umum (Airlangga Hartarto) yang berada di dalam gedung harusnya keluar menemui kami, bukan malah bersembunyi ketakutan dan lepas dari tanggung jawab. Ketum parpolnya harusnya mampu bersikap ksatria,” ujar Ketua PP AMPG, Adi Baiquni, kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (7/9).

Adi pun menyesalkan pelarangan pengurus dan anggota DPP Partai Golkar untuk masuk ke dalam kantor itu. Gaya kepemimpinan Airlangga yang otoriter, diskriminatif, serta menjadikan Golkar nyaris sebagai milik pribadi, menurut dia telah memicu konflik dan perpecahan dalam tubuh partai.

“Kantor DPP Golkar yang harusnya menjadi rumah bersama bagi seluruh kader Golkar, justru dijaga oleh sekelompok preman berseragam AMPG. Bahkan, kantor DPP telah menjadi lokasi perbuatan tak terpuji karena dipakai untuk arena perjudian. Jelas ini tidak boleh dibiarkan,” katanya. (RAP/AIJ/INI Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close