Nasional

Fahira Idris: Sebelum Dilantik, Pak Jokowi Harus Lakukan Kontemplasi

Oleh: Azhar AP

Wartamelayu.com, Jakarta – Anggota DPD RI Fahira Idris meminta Presiden Jokowi melakukan kontemplasi agar lebih jernih dalam memandang dan menyelesaikan berbagai persoalan bangsa sebelum dilantik pada Ahad (20/10).

Persoalan bangsa ang datang bertubi-tubi akhir-akhir ini semuanya mendesak segera diselesaikan satu per satu agar ritme bangsa ini bisa kembali normal. Menurut Fahira, sepanjang tahapan Pemilu 2019, energi bangsa ini sudah habis terkuras.

Harusnya, setelah pemilu selesai, energi bangsa terisi kembali dengan optimisme. Namun berbagai persoalan yang terjadi belakangan ini kembali menguras energi seluruh anak bangsa.

“Saya khawatir bangsa ini kehabisan energi. Jika itu sampai terjadi, kita sama-sama tahu apa yang bakal terjadi pada negeri ini. Sebelum dilantik, saya sarankan Pak Jokowi berkontemplasi agar bisa memandang lebih jernih apa penyebab bangsa ini terus berpindah dari satu kegaduhan ke kegaduhan lainnya. Lakukan olah pikir, agar perjalanan bangsa ini ke depan lebih baik,” ujar Fahira Idris melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (19/10).

Fahira mengungkapkan Indonesia lahir dari sebuah kompleksitas situasi dan permasalahan. Namun semua persoalan itu bisa diurai dengan baik karena para pemimpin pergerakan selalu melakukan perenungan dan berpikir dengan sepenuh perhatian merespon situasi dan kondisi dunia kolonial saat itu.

Proses perenungan dan olah pikir inilah yang menghasilkan sebuah negara Indonesia yang saat ini sudah berdiri 74 tahun. Karena itu, kompleksitas persoalan yang bertubi-tubi menghantam bangsa saat ini harus diurai dengan olah pikir pemimpinnya.

“Sisihkan waktu, berkontemplasi. Pahami sejarah berdirinya negeri ini. Resapi spirit para pendiri bangsa mendirikan Indonesia. Lewat kontemplasi mudah-mudahan Pak Jokowi bisa menemukan akar persoalan kenapa kondisi Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Apa kekuasaan yang diberikan rakyat sudah dikembalikan ke rakyat lewat keadilan sosial, keadilan hukum, keadilan ekonomi?” tukas Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI ini. (Rap/Aza/INI Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close