Ekonomi

Fenomena Youtuber Ekonomi Dadakan Jadi Sorotan Kemenko Ekonomi

Oleh: Suandri Ansah

Wartamelayu.com, Jakarta – Keterlibatan Akademisi dan Pemerintah Daerah dalam proses formulasi kebijakan akan makin diperkuat. Hal ini ditegaskan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Ekonomi), Susiwijono saat memberi pidato kunci dalam acara Diseminasi Outlook dan Kebijakan Perekonomian di Semarang, Selasa (13/8).

“Kita akan terbuka kepada Bapak Ibu, bagaimana gambaran suatu kebijakan ekonomi diambil. Sebagai dapur dari semua kebijakan ekonomi yang strategis, Kemenko Perekonomian juga mengoordinasikan kebijakan yang sifatnya lintas kementerian dan berdampak luas terhadap masyarakat”, ujar Susiwijono.

Ia melanjutkan, ada dua peran akademisi yang sangat dibutuhkan pemerintah. Pertama, akademisi diminta membantu menyampaikan kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah secara utuh dan lengkap. Sehingga tidak menimbulkan distorsi informasi dan kegaduhan yang tidak perlu di masyarakat.

“Yang tak kalah penting, Bapak Ibu juga dapat memberi masukan dan umpan balik terhadap kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah. Akademisi dapat berperan menyeimbangkan berbagai aspek dan kepentingan yang sering bertentangan”, imbuhnya dalam keterangan media.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro, Suharnomo menyampaikan tentang fenomena Death of Expertise yang digagas Tom Nichols. Menurutnya, saat ini sudah banyak muncul rejection of established knowledge dengan menjamurnya para ahli dadakan.

“Para Doktor youtube dan Doktor wikipedia ini merasa bisa menjadi pakar atas segala hal”, ujar Suharnomo. Lebih jauh lagi, berbagai berita dari para unguided scholar itu sangat mudah menyebar.

“Kalau lihat grup (di pesan instan), banyak misinformasi yang beredar. Untuk itu kita harus menahan diri. Saring dulu, apakah itu memang benar dan bermanfaat bagi orang lain”, katanya.

Ia mengimbau masyarakat menahan diri dari menyebar informasi yang tidak benar. Universitas dan instansi pemerintah diharap aktif memberi informasi yang mudah diserap masyarakat. Saat ini pun, katanya, sudah banyak prestasi yang mesti disyukuri, meskipun juga masih ada yang harus terus dibenahi. (Rap/*/Dry/INI Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close