News

Gubernur Sumsel: Justru Malaysia yang Sumbang Asap

 

Oleh: Rio AP

Wartamelayu.com, Palembang — Indonesia mendapat tudingan sebagai negara penyumpang asap ke Malaysia. Menyikapi tudingan dari Pemerintah Malaysia itu, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyebut bahwa Malaysia itulah yang menyumbang asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Walaupun di beberapa kabupaten di Sumatera Selatan menyumbangkan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, namun Gubernur Sumatera Selatan menepis tudingan Malaysia tersebut.

Baca Juga

Menteri Siti Nurbaya Minta Malaysia Objektif Soal Asap

Dapat Kiriman Asap dari Indonesia, Malaysia Protes

“Ya, sampai ibu Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) marah-marah. Justru negara mereka yang sumbang (kabut asap) itu, di Serawak itu,” ujar Herman Deru di Palembang, Rabu (11/9).

Dia pun tidak menipis, banyaknya titik api yang menyebar di wilayahnya, terutama di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Mengingat, katanya, saat pihaknya memantau menggunakan helikopter patroli pada Selasa (10/9), banyak lahan tidak produktif di daerah Muara Kuang, Kabupaten OKI yang terbakar.

Menurutnya, luasan lahan yang terbakar memang sedikit, tapi jumlah lahan terbakar cukup banyak sehingga volume asap yang dihasilkan terus meningkat.

“Hari ini ada perbaikan (kualitas udara) di layar monitor kualitas udara di Jalan Kapten A Rivai Palembang. Kalau nanti melewati ambang toleransi, nanti saya instruksikan untuk membagi masker,” kata dia.

Dia juga menambahkan, jika satuan tugas (satgas) karhutla di wilayahnya sudah bekerja keras untuk memadamkan kebakaran lahan. Seperti water bombing di kawasan kebakaran di wilayah Sumatera Selatan.

Dari dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga menjadi acuannya untuk memberikan kebijakan. Menurutnya, data kualitas udara yang berubah-ubah dari pagi hingga sore, membuatnya masih menganalisa kondisi di lapangan.

“Hingha saat ini masih normal, jarak pandang juga 600-700 meter. Indikatornya juga dari bandara, kalau pesawat sampai delay karena jarak pandang, harus segera disikapi,” tuturnya. (RAP)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close