Olahraga

Incar Emas, Tim Tenis Sumsel Lakukan Pemusatan Latihan ke Negeri Kangguru

Oleh: Rio AP

Wartamelayu.com, Palembang — Tim tenis Sumatera Selatan akan berlaga di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020. Ini membuat Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (Pelti) Sumsel tak ingin kehilangan kesempatan dalam ajang bergengsi itu dengan mengincar medali emas.

Sekretaris Umum Pengprov Pelti Sumsel, Ariyanto, mengatakan pihaknya akan melakukan berbagai upaya untuk mengejar target tersebut. Menurut dia, salah satunya tim tenis Sumsel akan melakukan pemusatan latihan atau training center (TC) ke Australia.

“Mereka (para atlet putra) yang berlaga di PON akan dikirim ke negeri Kanguru untuk mendapatkan program pembinaan khusus selama tiga bulan,” ujar dia di Palembang, Selasa (13/8).

Baca Juga

Tim Tenis Sumsel Akhirnya Lolos ke PON Papua 2020

20 Provinsi Bersaing dalam Ajang Kejurnas Voli Pantai Tahun Ini

Dia menjelaskan, setelah menjalani pra PON pihaknya akan memberikan kesempatan bagi atlet untuk beristirahat. Sementara untuk fisik dan teknik para atlet mulai digeber pada September mendatang di Jakabaring Sport City (JSC), Kota Palembang.

Menurut dia, selanjutnya pada awal April para atlet akan dikirim ke Australia untuk menjalani pemusatan latihan selama tiga bulan. Sehingga, saat pelaksanaan PON 2020 di Papua yang rencananya dihelat pada Oktober, baik fisik, mental maupun teknik sudah mengalami peningkatan.

“Kita (Sumsel) serius untuk mengejar target medali emas di PON tahun depan sehingga memilih untuk melatih atlet ke Negeri Kangguru,” kata dia.

Ia juga menambahkan, dipilihnya Australia karena sangat berpengalaman dalam meningkatkan kemampuan atlit khususnya di cabang olahraga (cabor) tenis. Terlebih, kata dia, Australia sudah memiliki program pembinaan yang komprehensif yang didukung dengan berbagai penelitian. “Jadi ini sangat bagus bagi perkembangan atlet kita,” ucap dia.

Selain Australia, lanjut dia, sebenarnya negara Inggris dan Spanyol juga memiliki program pembinaan tenis terbaik di dunia. Namun, menurut dia, karena jarak yang jauh dan juga biaya, pihaknya memutuskan untuk memilih Australia.

“Soalnya Australia ini lebih dekat dan juga murah biayanya. Dan terpenting tidak kalah kualitasnya,” tuturnya. (RAP)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close