Ekonomi

Indonesia Rentan Capital Reversal Jika Bergantung Dana Asing

Oleh: Suandri Ansah

Wartamelayu.com, Jakarta – Risiko eksternal terhadap perekonomian Indonesia disebut cukup tinggi. Ketergantungan dana asing jangka pendek untuk pembangunan menyebabkan Indonesia rentan mengalami pembalikan dana asing (capital reversal).

“Itulah mengapa enggak heran kita selalu mengalami current account defisif (transaksi berjalan defisit),” ujar Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir di Kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (23/9).

Iskandar menjelaskan, secara sederhana dana tabungan Indonesia jauh lebih rendah dibanding investasi yang masuk. Sehingga saving investment gap menjadi negatif. “Itulah cerminan kenapa CAD kita defisit,” imbuhnya.

Karenanya, perlu beberapa perbaikan kebijakan. Reformasi struktural harus tetap dilanjutkan, seperti pembangunan infrastruktur. Sehingga konektifitas jadi lebih murah mengingat biaya logistik Indonesia masih tinggi.

“Permasalahn logistik cost yang tinggi ini, misalnya 24% dari PDB jauh lebih besar dibanding Singapura yang 8% atau eropa 9%, maka reformasi struktural,” tegasnya.

Kedua, mendorong ekspor dan pertumbuhan investasi untuk meningkatkan daya saing. Namun, kata Iskandar, fokusisnya bukan melulu pasar global dan mengesampingkan kebutuhan domestik.

“Kadang kita suka lupa, hearing-nya pasar luar sinterus sementara kebutuhan domestiknya digerogoti. Harusnya kita kombinasikan keduanya dalam rangka mendorong ekspor maupun mempertahankan pasar domestik kita,” tuturnya. (Rap/*/Dry/INI Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close