Internasional

Inggris, Jerman, dan Prancis Bahas Pembajakan Kapal Tanker

Oleh: Nurcholis 

Wartamelayu.com, Jakarta Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt dilaporkan tengah melakukan pembicaraan dengan mitranya dari Prancis dan Jerman mengenai pembajakan sebuah kapal tanker Inggris di kawasan Teluk yang dilakukan Iran.

“Kedua menteri sepakat dengan sekretaris luar bahwa rute aman bagi kapal mana pun untuk berlayar di Selat Hormuz adalah prioritas negara di Eropa, untuk mencegah peningkatan kasus yang sama.

“Mereka juga setuju untuk tetap berhubungan dan bekerja bersama untuk mencapai tujuan ini,” kata kantor Hunt dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga

Penampakan Gambar Kapal Tanker Inggris yang Dibajak Iran

Perdana Menteri, Theresa May akan memimpin pertemuan komite darurat Inggris hari ini, untuk membahas masalah kapal milik Swedia Stena Impero.

Jerman dan Prancis pada hari Sabtu mengecam perampasan Iran atas sebuah kapal tanker berbendera Inggris di Selat Hormuz dan meminta negara itu untuk segera melepaskan kapal itu.

“Ini adalah gangguan yang tidak dapat dibenarkan dalam pengiriman komersial yang dengan berbahaya meningkatkan situasi yang sudah tegang,” tulis Kantor Luar Negeri Jerman di Twitter.

Kementerian Luar Negeri Prancis mengatakan “mengutuk keras” penyitaan itu dan menyatakan “solidaritas penuhnya dengan Inggris,” menurut kantor berita Reuters.

Sebelumnya, otoritas Iran menangkap tanker, Stena Impero dan 23 awaknya, ketika berada di luar pelabuhan Bandar Abbas, setelah Tim Angkatan Darat Pengawal Revolusi Iran (IRGC) menangkapnya di Selat Hormuz.

Sementara itu, Kuwait mengatakan negara itu sedang memantau situasi di wilayah Teluk, menyusul tindakan keras Iran terhadap kapal tanker Inggris.

Kantor berita Kuwait (KUNA) melaporkan bahwa negara itu juga menekankan bahwa jika masalah terus terjadi, itu akan meningkatkan ketegangan dan mengancam keamanan laut, sehingga memaksa pihak internasional untuk mengendalikannya.

Kuwait,  mendesak semua pihak untuk mencoba menyelesaikan masalah ini dan menghormati hukum maritim internasional, untuk memastikan keamanan maritim di wilayah tersebut,kutip AFP.

Ketegangan di Teluk sudah meninggi menyusul klaim AS bahwa mereka menembak jatuh pesawat tak berawak Iran, akibat penarikan AS dari perjanjian nuklir 2015 dengan Iran dan tuduhan AS bahwa Iran menyerang beberapa kapal tanker awal tahun ini. (Rap/ck/INI-Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close