Nusantara

Ini Pemicu Bentrokan Pemuda Dua Desa di Buton

Oleh Rudi Hasan

Wartamelayu.com, Jakarta – Penembakan busur panah terhadap seorang pengendara sepeda motor menjadi pemicu terjadinya bentrokan di Buton, Sulawesi Tenggara. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebut penembakan anak panah sebagai pembalasan atas konvoi motor yang meresahkan warga.

“Ada pemuda dari Desa Gunung Jaya membusur, menembak (pemuda Desa Sampoabalo) dengan menggunakan busur dari besi itu mengenai dada sebelah kiri pemuda Desa Sampoabalo,” kata Dedi di Jakarta, Jumat (7/6).

Penembakan panah itu terjadi pada Rabu (5/6) pukul 13.00 WIB di Desa Gunung Jaya, saat seorang pemuda Desa Sampoabalo hendak bersilaturahmi ke keluarganya dan melewati desa tersebut. Suasana kemudian memanas di Desa Gunung Jaya.

Pemuda yang terkena busur langsung melaporkan kejadian yang menimpanya itu pada masyarakat di Desa Sampoabalo. Satu jam setelah kejadian, 100 lebih warga desa dari Sampoabalo menyerbu Desa Gunung Jaya.

Sebanyak 50 rumah dibakar beserta satu unit mobil dan motor. “Aparat kepolisian dan TNI berusaha untuk meredam, melokalisir agar kejadian tersebut tidak meluas,” ujar Dedi.

Tak terjadi sekali, pada Kamis, (6/6) bentrokan kembali berlangsung. Warga Desa Gunung Jaya melakukan pembalasan di Desa Sampoabalo dan mengakibatkan dua orang meninggal.

“Saat ini ada tiga Satuan setingkat Kompi (SSK) Brimob melakukan pengamanan di perbatasan kedua desa tersebut dan juga dibantu dua SST dari (Komando Resort Militer) Korem dan satu SST dari Polres BauBau,” beber Dedi.

Saat ini, konflik antara dua kelompok warga itu sudah redah. Aparat kepolisian akan melakukan penegakan hukum terhadap siapa pun yang melakukan perbuatan melawan hukum. (Rap/Aza/INI-Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close