Pilpres 2019

Ini Saran Mardani Ali untuk Kabinet Jokowi

Oleh: Rudi Hasan

Wartamelayu.com, Jakarta — Soal kriteria menteri yang bakal mengisi kabinet Joko Widodo (Jokowi) lima tahun mendatang, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS), Mardani Ali Sera, turut memberikan saran pada presiden terpilih itu. Dia menyebut kondisi ekonomi Indonesia yang bobrok saat ini harus menjadi salah satu dasar pertimbangan dalam memilih menteri.

“Pertumbuhan 5 persen dalam lima tahun ini betul-betul menghilangkan masa depan bagi masyarakat Indonesia. Tingkat serapan tenaga kerja kita rendah. Kemampuan ekspor kita rendah. Investasi kita rendah,” kata Mardani di Jakarta, Selasa,l (2/6).

Menurut dia, Jokowi juga sudah jengah dengan komponen pembantunya di bidang ekonomi sekarang ini. Pasalnya, banyak permasalahan yang tak kunjung usai. Sebut saja soal dwelling time di pelabuhan.

“Pak Jokowi berkali-kali teriak, ‘gimana sih enggak selesai-selesai?’ Dwelling time segala macam. Salahnya Pak Jokowi memilh orang-orang yang tidak tepat,” ujar Mardani.

Kendati demikian, dia tak menyarankan Jokowi merombak semua susunan kabinet. Alasannya, masih ada orang-orang yang berkompeten dalam struktur Kabinet Kerja jilid satu. Jika ingin mengubah, Jokowi harus memastikan kandidat yang akan dipilih merupakan orang yang tepat.

Tepat, kata dia, bukan sekadar dari luar partai politik. Mardani menilai tidak semua kader partai yang jelek untuk dijadikan menteri. Malahan, kata Mardani, banyak juga dari mereka yang profesional.

“Di dalam parpol juga baik. Saya tidak mengatakan parpol itu kumpulan para mafia, tidak. Tapi ada orang-orang baik, monggo,” kata dia.

Saran selanjutnya, Mardani meminta Jokowi mempertimbangkan kapasitas anak muda di Indonesia. Sebab, mereka juga punya potensi membangun negeri. Terbukti dari banyaknya perusahaan yang dikelola anak muda menuai sukses.

Selain itu, Jokowi juga diminta memberi kesempatan pada kaum perempuan, difabel, dan tokoh-tokoh dari daerah. Misalnya dari Papua, di Maluku, Sulawesi, Kalimantan.

“Mereka punya hak karena kita sedang saat suasana yang dinamis saat keterwakilan itu ada. Tentu dengan tidak menghilangkan asas integritas dan kapasitasnya,” tutur Mardani. (RAP/AIJ/INI-Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close