Khazanah

Ini Tanggapan Kemenag Sumsel Soal Penerapan Sertifikasi Pranikah

 

Oleh: Rio AP

Wartamelayu.com, Palembang — Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Selatan mendukung rencana Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy yang ingin mengimplementasikan sertifikasi pranikah atau perkawinan.

Menurut Kasubbag Informasi dan Humas Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Sumatera Selatan, Saefudin, hal itu sejalan dengan program bimbingan perkawinan (bimwin) yang sudah diselenggarakan Kementerian Agama sejak dua tahun terakhir.

“Merespon problem perkawinan dan keluarga, bimbingan perkawinan digelar untuk membekali calon pengantin. Juga mempersiapkan mereka agar terhindar dari problema perkawinan yang umum terjadi, serta meningkatkan kemampuan mewujudkan keluarga sakinah,” ujar dia dalam keterangan tertulis di Palembang, Jumat (15/11).

Ia menjelaskan, bimbingan perkawinan itu merupakan revitalisasi dari kursus pranikah beberapa tahun sebelumnya yang dipandang kurang efektif membekali calon pengantin. Dia menyebut, untuk bimbingan perkawinan calon pengantin itu, Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama pun sudah menerbitkan petunjuk pelaksanaan. “Kegiatan itu dilakukan dengan tatap muka selama dua hari, menggunakan pendekatan pembelajaran orang dewasa,” kata dia.

Terkait materi yang disampaikan, lanjut dia, antara lain mengenai fondasi keluarga sakinah, penyiapan psikologi keluarga, manajemen konflik, tata kelola keuangan keluarga, menjaga kesehatan keluarga, serta mencetak generasi berkualitas.

“Dari data Kemenag, pada 2018 lalu pelaksanaan bimbingan perkawinan menjangkau 125.132 pasangan calon pengantin di 34 provinsi. Tahun ini, sampai Oktober 2019, penyelenggaraan bimbingan perkawinan yang masuk laporan sudah mencapai 59.291 catin,” jelasnya.

Pihaknya mengaku, bahwa jangkauan pelaksanaan bimbingan perkawinan calon pengantin memang masih sangat jauh jika dibandingkan dengan rerata peristiwa nikah yang mencapai 2 juta perkawinan dalam setahun. Namun, kata dia, gagasan Menko PMK diharap dapat disinergikan dengan program bimwin sehingga pelaksanaannya bisa semakin massif.

“Sejauh ini, Kemenag sudah memiliki 1.928 fasilitator bimbingan perkawinan yang sudah lulus bimbingan teknis. Ini hanya dari unsur penghulu dan penyuluh Kemenag, serta Ormas Islam,” tutur dia.

“Jika disinergikan dengan penyuluh kesehatan dan psikolog, mungkin akan lebih efektif lagi,” tambahnya. (RAP)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close