Tekno

Inikah Kiamat?

Oleh: Eko P

Wartamelayu.com, Jakarta – Gugusan tata surya atau galaksi tempat bumi, planet kita berada yaitu Galaksi Bimasakti, memiliki tetangga dekat yaitu Galaksi Andromeda. Kedua galaksi bertetangga ini selama ini akur-akur saja, namun tidak demikian di masa depan.

Menurut para astronom, sekira 4,5 miliar tahun yang akan datang, kedua galaksi akan berbenturan. Belum bisa diketahui galaksi mana yang akan menang, tapi benturan ini dipastikan menghasilkan galaksi yang lebih besar.

Perkiraan ini didasarkan atas penemuan terbaru mengenai “kebiasaan” Galaksi Andromeda, yang mengerikan. Galaksi ini suka “menelan” semua benda-benda ruang angkasa yang berada pada lintasannya.

Kebiasaan Andromeda ini diketahui telah terjadi pada 10 miliar tahun silam ketika galaksi tersebut masih dalam proses pembentukannya dan “menelan” begitu banyak benda ruang angkasa di sekitarnya.

Kemudian, hal ini terjadi lagi pada sekitar 4 miliar tahun yang lalu dalam skala yang lebih kecil.

Hasil penelitian astronom Dr Douglas Mackey dari Research School of Astronomy and Astrophysics di Australian National University. “Yang kita ketahui tentang Andromeda yaitu ukurannya kira-kira sama dengan Bimasakti, baik dalam hal jarak maupun massa,” katanya kepada ABC News, Kamis (3/10).

“Bimasakti memiliki sistem spiral; dan Andromeda juga memiliki sistem yang sangat mirip,” jelasnya.

Hasil penelitian Dr Mackey yang diterbitkan dalam jurnal Nature pekan ini, menemukan bukti-bukti bagaimana Andromeda “memakan” benda-benda langit.

Setelah mempelajari lingkar cahaya, atau halo, bintang-bintang di Galaksi Andromeda, para peneliti menyadari adanya dua gugus bintang yang terikat secara gravitasi, dikenal sebagai gugus bola, yang mengorbit pada jalurnya masing-masing.

Dijelaskan, para astronom berusaha memahami bagaimana Andromeda berkembang dari waktu ke waktu. Ternyata arah orbital dari gugusan tatasurya pada galaksi ini sangat mengejutkan mereka.

Penelitian lainnya, Profesor Geraint Lewis dari University of Sydney, menjelaskan gugusan tatasurya berkumpul bersama pada waktu yang berbeda miliaran tahun.

“Kita tahu bahwa galaksi seperti Andromeda dan Bimasakti tertanam pada apa yang disebut jaring kosmik. Benda-benda ruang angkasa di sekitarnya jatuh ke galaksi kita dari jaring ini,” katanya.

Para astronom antusias dengan temuan ini karena mereka tahu Andromeda mirip sekali dengan Bimasakti.

Ketika suatu galaksi menelan galaksi yang lebih kecil, galaksi itu pun menjadi lebih besar. Namun karena Bimasaksi dan Andromeda memiliki ukuran yang sama, hasil “pertarungannya” sulit diprediksi.

“Pada akhirnya, keduanya akan kalah karena mereka keduanya merupakan galaksi spiral yang indah,” kata Profesor Lewis.

“Ketika keduanya saling mendekat, tarikan gravitasi timbal-balik akan menghancurkan mereka,” tambahnya.

“Akibatnya, mereka akan menjadi sebuah galaksi tunggal yang baru, ukurannya jauh lebih besar, setelah tabrakan dalam tempo sekitar 4,5 hingga 5 miliar tahun mendatang,” jelas Prof Lewis.

Skenario lain akibat benturan ini, namun kecil kemungkinannya, yaitu Bumi akan hancur atau Matahari keluar dari lintasannya. “Meski tidak mustahil, namun secara umum jarak bintang-bintang di suatu galaksi sangat jauh sehingga tabrakan langsung antar bintang jarang terjadi,” jelas Dr Mackey.

Namun, katanya, ada kemungkinan Matahari bisa terlempar keluar dari sistem Andromeda dan Bimasakti ke ruang intergalaksi.

Selain itu, setelah benturan dua galaksi ini, Bumi akan dekat dengan lintas bintang lain sehingga mengganggu orbit Bumi dan menjadikannya tidak dapat lagi mendukung kehidupan.

“Jadi tidak salah untuk mengatakan ada risiko dari benturan dua galaksi ini,” tambah Dr Mackey. (RAP/EP/ABC/INI Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close