Lifestyle

Inilah Aksi ‘Nyeleneh’ Tak Terduga Presiden Ukraina

Oleh: Anisa Tri Kusuma

Wartamelayu.com, Jakarta – Selang tiga bulan pertama menjabat sebagai Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky berhasil mengubah gaya kepresidenan negara pecahan Uni Soviet itu dengan berbagai kelakuan “nyelenehnya” yang berbeda jauh dari sosok ideal presiden.

Aksi mantan komedian Volodymyr Zelensky tersebut, kini banyak menjadi sorotan publik dan media-media internasional.

Tak seperti presiden kebanyakan, saat pelantikannya pada 20 Mei lalu, Zelensky datang ke gedung parlemen dengan berjalan kaki, bukan mobil mewah dan pengamanan ketat. Politikus berusia 41 tahun itu juga tak segan untuk menghampiri warga di jalanan Ibu Kota Kiev, melayangkan toss hingga berswafoto bersama mereka. Zelensky bahkan sempat menghampiri seorang kerabat, dan mengecup keningnya.

Dalam pidatonya, Zelensky juga berhasil mengartikulasikan janjinya untuk menjadi seorang presiden yang merupakan “pelayanan rakyat” bukan sosok yang harus diagung-agungkan. Ia juga meminta para pejabat Ukraina untuk memasang foto anak-anak dan keluarga mereka, bukan memajang foto wajahnya.

“Presiden itu bukan sebuah ikon, dia bukan idola. Pasang lah foto anak-anak Anda dan lihat foto-foto itu ketika Anda semua memutuskan kebijakan negara,” katanya seperti dikutip AFP.

Berbeda dengan para pendahulunya yang kerap berpakaian jas formal ketika bekerja, Zelensky justru sering berpakaian tanpa dasi dan jas bahkan ketika rapat bersama tamu asing. Hal itu terlihat pada Mei lalu, Zelensky diketahui hanya memakai kaus gelap dengan lengan yang terlipat saat menjamu Menteri Luar Negeri Jerman dan Perancis.

Kelakukan uniknya tak berhenti sampai di situ. Saat berkunjung ke Mariupol pada 15 Juni lalu, Zelensky secara tiba-tiba menghampiri anak-anak yang tengah bermain air di taman air mancur. Tak lama bermain, Zelensky kembali berlari menuju mobilnya dan pergi. Kedatangannya itu sempat membuat sejumlah warga di taman itu terkejut.

Tak hanya perilaku, sejumlah rencana kebijakan Zelensky juga turut mengundang kontroversi. Pada Juni lalu, dia mengumumkan rencana untuk memindahkan kantor kepresidenan dari sebuah bangunan tua era Soviet yang megah, ke pusat ibu kota ke sebuah kompleks multifungsi tempat pameran dan berbagai forum berlangsung. Ia mengaku tidak nyaman berkantor di gedung tempat seluruh pendahulunya bekerja.

Bulan ini, Zelensky kembali membuat keputusan mengejutkan yakni membatalkan parade militer di Hari Kemerdekaan Ukraiana pada Agustus mendatang. Sementara itu, parade militer merupakan salah satu upacara penting yang digelar Ukraina saat perayaan hari kemerdekaan sejak konflik dengan separatisme pro-Rusia mulai berkecamuk pada 2014 lalu.

Meski begitu, Zelensky berjanji untuk mengalokasikan 300 juta hryvnia atau setara Rp161 miliar sebagai hadiah bagi tentara Ukraina. Meski dikenal rendah hati dan populer di kalangan rakyat, Zelensky justru menjadi musuh yang ditakuti oleh sejumlah pejabat Ukraina karena kerap memarahi mereka di depan umum.

Sekitar pertengahan Juli lalu, dia dikabarkan berteriak kepada seorang pejabat setelah mengetahui rekam jejak kriminalnya di internet. Insiden itu terjadi, ketika Zelensky dan pejabat tersebut tengah berada di satu ruang rapat yang juga dihadiri oleh banyak orang lainnya.

“Keluar dari sini, bandit!” teriak Zelensky kepada pejabat tersebut.

Baru-baru ini, Zelensky juga dikabarkan memecat seorang pejabat yang dianggap tidak becus bekerja.

“Mengapa Anda memperlakukan orang seperti sapi?” kata Zelensky yang juga memaksanya mengundurkan diri saat itu juga.

Kemenangan Zelensky menjadi perhatian dunia setelah setelah mengalahkan rivalnya yang merupakan petahana, Presiden Petro Poroshenko, dalam pemilihan umum pada April lalu. Kemenangan Zelensky terbilang mengejutkan, lantaran sejumlah pihak menganggap pencalonan komedian tersebut sebagian lelucon. Mengingat, dirinya juga tidak memiliki pengalaman berpolitik sama sekali. Tapi, kenyataan berkata sebaliknya. Zelensky berhasil meraih 73 persen suara, sementara Poroshenko hanya mendapat 24,4 persen dukungan.

Satu hal yang Zelensky pernah lakukan dan mendekati politik adalah, ketika dirinya berperan sebagai seorang presiden dalam sebuah serial televisi berjudul “Servant of the Pople.”

Zelensky bahkan mengaku hari pertamanya menjabat sebagai presiden “sedikit mengejutkan.” Zelensky mengakui, jika tugas di hari pertamanya menjadi presiden itu, cukup mengejutkannya lantaran banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. (Rap/*/Dry/INI-Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close