KhazanahNusantara

Jimly Menilai Palembang Memalukan Soal Pembangunan Masjid Baru

 

Oleh: Rio AP

Wartamelayu.com, Palembang — Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie, menyebut ibu kota Sumatera Selatan (Sumsel), yakni Palembang memalukan karena belum ada pembangunan masjid baru yang besar dibanding provinsi dan kota lainnya di Indonesia.

“Cuma Palembang yang belum, malu-maluin,” katanya saat ditemui di Hotel Arista Palembang, Sabtu (6/7).

Dia menjelaskan, bahwa provinsi dan kota yang belum pernah membangun masjid baru di seluruh Indonesia, sejak Indonesia merdeka, hanya Palembang, Sumsel. Menurut dia, selama ini, sebesar apapun masjid di Sumsel yakni Masjid Agung Palembang merupakan hasil renovasi.

Baca Juga

Besok, Gubernur Sumsel Lepas 449 Jamaah Kloter Pertama

Sumsel Berencana Kembangkan Wisata Kuliner

“Artinya, belum ada masjid baru yang besar. Sedangkan, seluruh kota di Indonesia sejak merdeka sudah membangun masjid besar sebagai simbol proyek nasional,” katanya.

Ia mengatakan, bahkan untuk pembangunan Masjid Raya Sriwijaya yang berada di Jakabaring hingga kini belum terealisasi dan mandek. Ini dikarenakan, persoalan sengketa tanah yang belum mampu diselesaikan. Untuk itu, pihaknya meminta agar pembangunan itu diselesaikan, jangan sampai masjid itu tidak berhasil dibangun.

Meskipun begitu, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah. Namun, diharap agar diselesaikan pembangunannya baik di Jakabaring maupun di lahan Yayasan Masjid Raya Sriwijaya.

“Kami harap di kepemimpinan gubernur Herman Deru bisa lebih fokus untuk menyelesaikannya,” ucap dia.

Nama Sriwijaya itu sengaja dipakai, kata dia, karena memadukan simbol peradaban masa lalu Indonesia. Sehingga, diharapkan ke depan menjadi simbol peradaban di masa mendatang tepatnya di Kota Palembang. “Masjid ini nantinya akan menjadi simbol pusat peradaban Islam di Sumsel,” kata dia lagi.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru, mengaku bahwa pembangunan tersebut mandek dikarenakan terjadinya sengketa lahan. Akibatnya, pihaknya tidak dapat memberikan hibah untuk pembangunan masjid tersebut. “Ya, kami tidak boleh memberikan hibah kalau tanahnya belum clear dan clean,” ujar Gubernur Sumsel.

Meskipun begitu, pihaknya akan berupaya untuk menyelesaikan persoalan sengketa tersebut. Pembangunan masjid ini akan tetap dilakukan di Jakabaring, sedangkan untuk lahan yang berada di Soekarno Hatta akan dibangun fasilitas tambahan seperti Rumah Sakit maupun sekolah. “Pokoknya kami akan diskusikan lagi permasalahan ini,” tuturnya. (RAP)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close