Nasional

Jokowi Perintahkan Kapolri Investigasi Anggotanya yang Represif

Oleh: Arif S 

Wartamelayu.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo memerintahkan Kapolri Pol Tito Karnavian untuk menginvestigasi anggotanya yang melakukan tindakan represif terhadap para mahasiswa dalam aksi unjuk rasa di sejumlah kota.

“Sudah sejak kemarin, saya ulangi lagi, kepada kapolri untuk jajarannya tidak bertindak represif dan saya perintahkan juga agar menginvestigasi seluruh jajarannya,” kata presiden di depan Masjid Baiturrahman Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (279).

Hal itu disampaikan presiden setelah jatuhnya dua orang korban meninggal dari mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara, yaitu La Randi (21) dan Muh Yusuf Kardawi (19). Keduanya meninggal saat terjadi bentrok dengan aparat kepolisian. Keduanya tewas diduga karena terkena peluru tajam.

“Karena yang disampaikan kepada kapolri, saya tidak ada perintah apa pun dalam demo ini membawa senjata. Jadi ini akan ada investigasi lebih lanjut,” ungkap presiden.

Presiden juga sudah menyampaikan perintahnya untuk tidak melakukan tindakan represif terhadap demonstran. Dalam menangani demo dia minta agar aparat tidak represif, karena berdemonstrasi menyampaikan pendapat dan itu dijamin konstitusi.

Presiden pun meminta agar tidak ada pihak-pihak yang menuduh pihak tertentu sebelum investigasi selesai. “Kan menyangkut ribuan personel. Ribuan personel di seluruh tanah air dan sampai sekarang tidak dan belum ketahuan, jadi jangan ditebak-tebak lebih dulu sebelum investigasi selesai,” paparnya.

Pada Kamis (26/9), usai melakukan demonstrasi di Kendari, Randi (21 tahun) yang mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Halu Oleo (UHO), semester 7 angkatan meninggal dunia akibat terkena peluru tajam. Randi ditembak di depan kampus AMIK Catur Sakti Kota Kendari, sekitar pukul 15.30 WITA. Ia mengalami luka akibat peluru yang menembus masuk dari dada samping kiri dan keluar pada dada depan bagian kanan.

Sedangkan pada Jumat (27/9), korban meninggal pun bertambah, yaitu mahasiswa jurusan Teknik D-3 UHO Kendari, Muh Yusuf Kardawi (19) setelah menjalani perawatan intensif pascadioperasi di RSU Bahteramas Kendari. Yusuf meninggal dunia sekitar pukul 04.00 WITA.

Keduanya adalah peserta aksi unjuk rasa yang menolak revisi undang-undang kontroversial di depan kantor DPRD Sulawesi Tenggara. Polisi kemudian mengeluarkan sejumlah tembakan peluru tajam dan gas air mata dari Kantor Bulog. (RAP/AS/INI Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close