Nusantara

Kabut Asap Kian Pekat, Jam Belajar Sekolah di Sumsel akan Dimundurkan

 

Oleh: Rio AP

Wartamelayu.com, Palembang — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan mulai terasa di wilayah Kota Palembang. Bukan itu saja, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun menyebut jarak pandang terendah pada 300 meter.

Akibat kabut asap yang kian pekat tersebut, aktivitas masyarakat Sumatera Selatan khususnya Kota Palembang pada saat pagi hari mulai terganggu. Ini juga dirasakan para pelajar yang akan berangkat sekolah.

Baca Juga

Kabut Asap Melanda Palembang, 11.000 Masker Dibagikan

Duh, Kabut Asap di Palembang Semakin Tebal

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan, Widodo, mengatakan pihaknya berencana akan memundurkan jam belajar sekolah yang masuk pagi ke lebih siang hari.

“Untuk itu, kita masih koordinasi dan menunggu keterangan dari Dinkes Sumsel mengenai informasi resmi tentang tingkat kepekatan asap apakah itu membahayakan bagi kesehatan anak-anak,” ujar Widodo di Palembang, Kamis (5/9).

“Jika membahayakan, kita (Disdik) bakal menerbitkan surat edaran ke sekolah untuk menata atau geser jam belajarnya ke lebih siang,” ujar dia lagi.

Menurut Widodo, sejauh ini kondisi belajar mengajar di sekolah yang ada di wilayahnya masih berjalan dengan normal seperti biasa. Mengingat, dia menyebut, pekatnya kabut asap yang muncul hanya terjadi pada pagi hari saja.

“Jadi jam pekat asap itu rata-rata kecenderungannya pagi hari sehingga nanti memundurkan jam masuk sekolah saja,” ungkap dia.

Ia juga menambahkan, tapi jika kondisi asap tersebut dideteksi membahayakan sepanjang hari sangat mungkin siswa dapat belajar di rumah dengan memanfaatkan kelas maya (jarak jauh), yang mana aktivitas dan kegiatan belajar mengajar harus terus berjalan sehingga anak-anak tetap belajar meski tidak bertatap muka.

“Sejauh ini Dinkes masih memantau kondisi udara dan kami masih menunggu hasilnya untuk nanti memutuskan seberapa lama mundur jam sekolahnya atau jika sudah sangat membahayakan maka akan ditempuh untuk belajar di rumah,” tutur Widodo. (RAP)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close