Nusantara

Kebakaran Lahan di Muba Belum Padam, Malah Semakin Meluas

 

Oleh: Rio AP

Wartamelayu.com, Palembang — Kebakaran lahan di Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan hingga kini belum juga padam. Malah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah itu makin meluas.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan, Iriansyah, mengatakan sebagai upaya pemadaman kebakaran lahan di Muara Medak sudah dilakukan oleh tim satuan petugas (satgas) darat dengan total personil lebih dari 400 orang, mulai dari TNI, Kepolisian, Manggala Agni, dan sebagainya.

“Sepekan lebih kebakaran lahan terjadi di sana (Bayung Lencir, Muba). Ya, kendalanya karena akses yang sulit dijangkau tim darat, untuk menuju ke lokasi butuh waktu sekitar 15 jam melalui jalur darat, juga karena sumber air yang terbatas karena sudah banyak yang kering,” ujar dia di Palembang, Rabu (21/8).

Dia menyebut, berdasarkan data sementara tercatat ribuan hektare yang sudah terbakar, tapi jumlah pastinya belum bisa dipastikan. Menurut dia, sejauh ini masih dalam perhitungan.

“Selain itu, kesulitan kita juga karena lahan yang terbakar adalah lahan gambut, ditambah lagi karena angin kencang sehingga mempermudah api menjalar,” kata dia.

Ia juga menambahkan, ada empat helikopter water bombing yang difokuskan untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Muara Medak, Musi Banyuasin. Sedangkan tiga unit helikopter lagi bersiga untuk memadamkan karhutla di daerah lain.

“Kita juga dibantu dua helikopter water bombing dari Sinar Mas, mereka membantu memadamkan kebakaran diwilayah dia. Bukan (lahan milik Sinar Mas) yang terbakar, namun mereka bantu padamkan di sekitar areanya,” ungkapnya.

Pihaknya juga sudah membantu evakuasi warga di sekitar Desa Muara Medak yang rumahnya dekat dengan lahan terbakar. Dibantu juga dengan posko pengungsi, posko kesehatan, dan dapur umum.

“Dari BMKG menyebutkan puncak kemarau pada Agustus-September ini, karenanya kita terus mendesak agar dibantu TMC dari BPPT. Karena sudah 31 hari tidak turun hujan di Sumsel ini,” tutur Iriansyah. (RAP)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close