NusantaraPilpres 2019

Kehabisan Waktu, 94 TPS di Papua Tak Gelar Pemungutan Suara

 

Oleh: Dharma Somba

Wartamelayu.com, Jayapura — Karena rekomendasi pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) yang diberikan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sudah melewati batas waktu yang diberikan yaitu 10 hari setelah pemungutan suara 17 April 2019, sebanyak 94 tempat pemungutan suara (TPS) di Papua akhirnya tidak menggelar pemungutan suara.

Alasannya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telat menerima surat dari Bawaslu. Yang mana, rekomendasi PSU ditujukan untuk 47 TPS di Kabupaten Jayapura. Bawaslu juga merekomendasikan PSU di 47 TPS di Mamberamo Raya.

‘’Rekomendasi terlambat sehingga PSU yang direkomendasikan Bawaslau di 47 TPS di Kabpaten Jayapura tidak dilaksanakan,’’ kata Komisioner KPU Papua Melkias Kambu kepada wartawan di Jayapura, Kamis (2/5).

Dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan Peraturan PKPU RI Nomor 3 Tahun 2019, PSU dilakukan setelah 10 hari pelaksanaan pemungutan suara.

‘’Ini kan baru mereka rekomendasikan tanggal 25 April sementara suratnya kami terima 27 April, jadi lewat waktunya,’’ ujarnya.

Sebelumnya Bawaslu Jayapura merekomendasikan PSU di 47 TPS di tiga distrik. Distrik Sentani 42 TPS, Distrik kemtuk Gresi 2 TPS dan Distrik Waibu 3 TPS. Meski begitu, PSU bisa saja dilakukan jika ada putusan dari Mahkamah Konstitusi.

‘’Kalau MK yang memutuskan PSU, maka kita akan laksakan,’’ ucapnya.

Anggota Bawaslu Papua Niko Tunjanan mengatakan, waktu untuk melaksanakan PSU sudah selesai sehingga jika berdasarkan aturan tersebut tidak bisa lagi dilakukan.

“Alasan yang kami terima, mengapa KPU setempat tidak melaksanakan rekomendasinya karena ketersediaan logistik dan waktu pelaksanaan PSU,” katanya.

Menurut dia, logistik dan tempat pelaksanaan PSU mempunyai batas waktu 10 hari. Jika KPU tidak melaksanakan rekomendasi Bawaslu, ada sanksi pidananya. (Rap/Aza/Nds/INI-Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close