Ekonomi

Kementan Bakal Terapkan SNI Bawang Putih

Oleh: Bantolo

Wartamelayu.com, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) bakal menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) komoditas hortikultura dalam rangka perlindungan masuknya produk impor yang tidak sesuai standar.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Kementan Yasid Taufik, menyatakan bahwa dasar hukum untuk mendorong penggunaan produk barang/jasa dalam negeri dan SNI mengacu kepada Peraturan Presiden Nomor 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Penyusunan RSNI komoditas hortikultra diharapkan sebagai upaya melindungi produk dalam negeri dari masuknya produk impor yang tidak sesuai standar. Penyusunan RSNI yang disusun harus dapat selaras dengan standar internasional,” jelas Yasid, Kamis (14/11).

Yasid menyatakan, penyusunan RSNI komoditas hortikultura tidak cukup hanya melibatkan peran pemerintah saja, namun harus didukung oleh peran serta pakar, pelaku usaha dan konsumen.

Pakar dari Pusat Kajian Hortikultura Tropika IPB, Prof. Sobir, mengungkapkan bahwa peranan SNI bagi industri hortikultura adalah melindungi konsumen dari produk impor yang tidak aman dan tidak layak konsumsi, melindungi produsen dari harga yang sangat murah, melindungi retailer dan menghemat devisa.

“SNI yang kita susun harus non trade barrier, transparansi dan tidak diskrimiminatif. Pemberlakuan SNI wajib dapat dilakukan untuk produk yang didominasi produk impor seperti apel, jeruk, mandarin, pir, anggur dan bawang putih,” tambah Sobir.

Sebagai informasi, komoditas hortikultura yang akan diusulkan untuk penyusunan RSNI-nya adalah lengkeng, bawang bombay dan bawang putih. (Rap/*/Dry/INI Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close