Nasional

Kiriman Asap dari Sumatera Bikin Kualitas Udara Singapura Memburuk

Oleh: Eko P

Wartamelayu.com, Jakarta – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang merajalela di berbagai wilayah nusantara telah turut mempengaruhi Singapura. Kualitas udara di Kota Singapura mencapai tingkat tidak sehat pada hari Sabtu (14/9) ketika Indeks Standar Pencemar (PSI) melampaui angka 100 pada jam 4 sore, seperti diberitakan media lokal CNA.

Ini adalah pertama kalinya sejak Agustus 2016 pembacaan PSI 24 jam telah mencapai tingkat yang tidak sehat. Ukuran indeks kualitas udara 24 jam di bagian barat Singapura melebihi angka 100 hingga mencapai 103.

Makin malam indeks kualitas udara makin memburuk yaitu 116 di wilayah barat, 113 di selatan, 104 di timur, 103 di utara dan 98 di wilayah tengah.

Menurut Badan Lingkungan Nasional (NEA), pembacaan PSI 50 dan di bawahnya menunjukkan kualitas udara “baik”, “sedang” untuk 51-100 dan “tidak sehat” untuk 101-200.

Ketika kualitas udara berada pada kisaran yang tidak sehat, orang-orang – terutama anak-anak, orang tua, wanita hamil dan mereka yang memiliki kondisi jantung atau paru-paru bermasalah harus mengurangi aktivitas luar yang berkepanjangan atau berat. Mereka yang merasa tidak sehat harus mencari pertolongan medis, kata NEA.

Sementara itu pembacaan indeks konsentrasi PM2.5 selama satu jam berkisar antara 90-158 μg / m3 pada jam 4 sore, sedangkan di bagian barat mencapai konsentrasi tertinggi 158 μg / m3 di Band III (Tinggi). PM2.5 adalah ukuran partikel kecil berdiameter kurang dari 2,5 mikrometer di udara.

Ketika pembacaan PM2.5 berada dalam kisaran tinggi, partikel yang terkandung dalam udara dapat memengaruhi jantung dan paru-paru, terutama pada orang yang memiliki kondisi jantung atau paru kronis. Mereka yang memiliki kondisi seperti itu harus memastikan bahwa memiliki obat-obatan yang diperlukan, kata NEA.

Menurut NEA, indikator PM2.5 dapat digunakan untuk memutuskan apakah baik untuk melakukan kegiatan luar ruangan langsung, seperti joging.

Kiriman kabut asap dari wilayah Indonesia terlihat dari bangunan-bangunan di kawasan pusat bisnis Singapura yang diselimuti kabut asap. NEA mengatakan bahwa kualitas udara memburuk pada sore hari karena pertemuan angin di wilayah terdekat yang menyebabkan lebih banyak kabut asap dari Sumatera diterbangkan ke Singapura.

Sebanyak 450 titik api terdeteksi sebagian besar di provinsi Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan, kata NEA, meningkat tajam dari 156 titik api yang terdeteksi pada Jumat. “Kabut asap sedang sampai pekat dari titik-titik panas yang terus-menerus di Riau dan Jambi telah diterbangkan oleh angin yang mempengaruhi Singapura dan bagian selatan Semenanjung Malaysia,” katanya. (RAP/EP/INI Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close