Humaniora

Klinik Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Ini Layani 4.500 Dhuafa

 

Oleh: Rio AP

Wartamelayu.com, Palembang — Klinik Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa Sumatera Selatan di Jalan KH Azhari, Nomor 98, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang, terus eksis memberikan pelayanan kesehatan bagi kaum dhuafa sejak 2013 lalu.

“Sampai saat ini, ada 1.515 kartu keluarga (KK) atau sekitar 4.500 dhuafa yang menjadi member. Setiap bulannya, Klinik LKC menerima kunjungan pasien dhuafa tak kurang dari 1.000 orang,” ujar perawat umum LKC Dompet Dhuafa Sumatera Selatan, Siti Rohani di Palembang, Jumat (15/11).

Ribuan kaum dhuafa itu berobat secara gratis di klinik tersebut dari pengelolaan dana sosial masyarakat berupa zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf), serta dana sosial perusahaan.

Keberadaan dan peran dari Klinik LKC Dompet Dhuafa Sumatera Selatan dalam perkembangannya pun mendapatkan pengakuan. Terbukti, kata dia, hanya butuh setahun bagi LKC untuk menjadi fakes pertama bagi pengguna BPJS. “Sampai saat ini, ada 2.801 penggunaan BPJS yang menjadi member di LKC Dompet Dhuafa Sumsel ini,” kata dia.

Klinik LKC Dompet Dhuafa Sumatera Selatan pun terus berupaya meningkatkan pelayanan salah satunya dengan menambah fasilitas kesehatan. “Tahun ini, dari wakaf yang diterima, LKC mendapatkan dua kursi roda, dua buah tabung oksigen, satu buah nebulizer, dan gedung serba guna kita jadikan safe house saat kabut asap melanda Sumsel beberapa waktu lalu,” ungkap Siti.

Ia menjelaskan, LKC pun tetap konsisten menjalankan program kesehatan seperti aksi Tanggap Bencana (SigaB), aksi layanan sehat (ALS) ke kantong-kantong mustahik, khitanan massal, operasi massal, seperti bibir sumbing dan katarak (OpMas), pembiayaan pasien berobat rujukan ke rumah sakit, penyuluhan kesehatan, medical check up, dan lainnya.

“Di klinik ini ada poli umum, poli gigi, poli tubercolosis, serta poli kesehatan ibu dan anak. Di klinik ini juga, ada dua dokter umum, satu dokter gigi, tiga perawat, tiga bidan, dan satu bagian umum,” tambah dia yang juga penanggung jawab poli tuborcolosis itu.

Terpisah, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sumatera Selatan, Kusworo Nursidik, Lc, menyebut, bahwa Klinik LKC memakai konsep layanan tanpa kasir atau gratis. Dia mengatakan, saat pasien dhuafa datang berobat, tidak perlu membayar biaya apapun saat keluar klinik, karena semua dibiayai dari ziswaf.

“Tapi, sejak 2013 sampai sekarang, gedung klinik LKC ini masih sewa. Biaya sewa ini membebani operasional klinik. Kita ingin gedung klinik ini menjadi aset rumah. Kami mengajak masyarakat untuk berwakaf tunai, membebaskan gedung LKC,” jelasnya.

Dia pun menambahkan, untuk berwakaf tidak perlu harus menunggu kaya raya dulu. Menurutnya, umat muslim bisa berwakaf tunai. “Ya, meski kecil, tapi jika terkumpul bisa memberikan manfaat yang besar bagi umat muslim lain yang membutuhkan, termasuk membebaskan gedung Klinik LKC yang melayani 4.500 dhuafa ini,” tutup dia. (RAP)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close