News

Kualitas Udara Palembang Berbahaya, DLHP: Terparah Dalam Sepekan Terakhir

 

Oleh: Rio AP

Wartamelayu.com, Palembang — Kualitas udara di Kota Palembang dalam kategori berbahaya pada Rabu (23/10) petang. Kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari alat AQMS (Air Quality Monitoring System) dikisaran angka 391 mikrogram per meter kubik menjadi yang terparah dalam sepekan terakhir.

Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Provinsi Sumatera Selatan, Reza Wahya, menyebut biasanya rata-rata harian itu dikisaran ISPU tidak sehat di angka 150 mikrogram per meter kubik. Namun, kata dia, hari ini setelah dihitung untuk rata-rata harian mencapai 391 mikrogram per meter kubik.

“Itu (kualitas udara hari ini) paling tinggi nilai ISPU-nya dalam sepekan terakhir,” ujar dia di Palembang, Rabu (23/10).

Dia menjelaskan, perubahan kadar udara yang lembab menjadi penyebab kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) makin menebal. Pihaknya mengkhawatirkan kondisi itu berpengaruh pada kondisi kesehatan masyarakat.

Ia mengungkapkan, bahwa kondisi kabut asap juga diprediksi akan berlangsung cukup lama. “Kalau secara visual, memang kondisi udara yang ISPU-nya tinggi ditandai dengan asap tebal. Untuk hari ini, kabut asap akan terasa lebih lama dari sebelumnya,” tambah dia.

Dijelaskan dia, jika sebelumnya kabut asap akan bertahan empat sampai enam jam, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan setempat memprediksi kondisi kabut asap bakal bertahan selama lebih kurang sekitar 12 jam.

“Menurut pengamatan alat kami menunjukkan dari pukul 20.00 WIB (22 Oktober kemarin malam) hingga pukul 08.00 WIB (23 Oktober pagi tadi) ini asapnya bertahan paling lama, sementara hari ini cenderung fluktuatif,” ujarnya.

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan kian tebal menyelimuti Kota Palembang hingga kini. Bukan hanya itu, kabut asap pun mengganggu jarak pandang masyarakat yang tengah berkendara di kota empek-empek. (RAP)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close