Nusantara

Lagi, Tanggap Darurat Karhutla Sumsel Diperpanjang

 

Oleh: Rio AP

Wartamelayu.com, Palembang — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sebelumnya telah memperpanjang masa tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya sampai 10 November 2019. Kini, masa tanggap darurat di wilayah itu kembali diperpanjang hingga akhir November 2019.

“Kita telah sepakat memperpanjang status tanggap darurat karhutla 20 hari lagi dan akan berakhir pada 30 November mendatang. Artinya, tiga pekan ke depan tim akan bekerja lagi untuk memadamkan api,” ujar Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru di Palembang, Jumat (8/11).

Dia menjelaskan, diperpanjangnya status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan itu diakibatkan anomali cuaca yang di luar perkiraan dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. “Setelah kita menarik personel tiba-tiba titik panas itu muncul kembali. Ternyata di lahan gambut itu menyala lagi apinya meski sudah diguyur hujan,” kata dia.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga telah menyiapkan anggaran dana untuk penambahan status tanggap darurat diperpanjang itu untuk di tiga daerah yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kabupaten Penukal Abad Lematang Ilir (PALI), dan Kabupaten Ogan Ilir (OI).

“Kami tidak bisa mengandalkan dana dari pusat saja, yang pasti jumlah anggarannya itu yang dikucurkan nanti sama dengan standar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Saya minta kepada personel satgas untuk tidak meninggalkan lokasi saat api belum padam,” ucap dia.

Sementara itu, Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Irwan, mengatakan hingga saat ini penurunan kembali aggota baik dari TNI, Polisi, dan BPBD untuk kembali turun ke lapangan sudah dilakukan untuk membantu 1.500 personel yang masih di lapangan.

“Satgas utama Sumatera Selatan kan memang ada 1.500 yang masih di lapangan masih akan membantu pemadaman. Nanti akan ada penambahan personel tergantung rapat dandim dan kapolres. Kita tunggu hasilnya,” ungkap dia.

Terpisah, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Firli Bahuri, menambahkan jumlah personel yang akan dilibatkan sejauh ini 800 orang di antaranya, 500 Polisi dan 300 dari TNI, serta tim dari BPBD. “Setelah penarikan anggota beberapa waktu lalu, kita siap menurunkan tim kembali,” tuturnya. (RAP)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close