Politik

Mahfud MD Bantah Melarang Penyebutan Kafir di Masjid

Oleh: Muhajir

Wartamelayu.com, Jakarta – Akhir-akhir pernyataan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, menuai polemik di tengah masyarakat. Ia disebut melarang penyebutan kata kafir di Masjid.

“Beberapa akun yang bilang saya melarang bilang kafir di masjid. Itu bohong besar. Saya setiap hari membaca surat Kahfi, Surat Waqiah, dan Kafirun. Di situ ada kata kafir lebih 10 kali,” kata Mahfud MD melalui laman resminya dikutip Senin (28/10).

Mahfud kemudian meluruskan maksud pernyataannya. “Yang saya soal itu ‘mengkafirkan’ orang yang hanya beda pendapat dan madzhab,” ucap Mahfud MD.

Polemik itu bermula saat ia melaksanakan shalat jumat di Kantor Kementerian Polhukam, Jakarta pada 25 Oktober lalu. Usai shalat, ia berpesan agar masjid-masjid dan pengajian di kantor pemerintahan tak membangun pertentangan dan permusuhan.

“Masjid dan pengajian di kantor-kantor itu untuk membangun persaudaraan dan kesejukan. Tidak boleh mengadu domba, tidak boleh bersifat takfiri,” kata dia.

Takfiri adalah seorang muslim yang mengafirkan sesama muslim hanya karena berbeda pendapat, atau berbeda mazhab. Indonesia yang menganut Pancasila keberagaman, kata Mahfud, harus hidup dan dijamin sepenuhnya.

Atas dasar itu dia meminta agar pengelolaan masjid-masjid dilaksanakan dengan baik. Ini agar tidak timbul bibit permusuhan antarsesama umat Islam hanya karena berbeda pandangan. (RAP/EP/INI Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close