InternasionalNews

Main Ponsel Sambil Nyetir Denda Rp 10 Juta

Oleh : Eko P |

Wartamelayu.com, Jakarta – Untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas (lakalantas) akibat penggunaan bermain telepon seluler (ponsel) saat mengemudi kendaraan, kini sanksi bagi pengendara mobil yang masih melanggar makin diperberat, denda mengancam mereka hingga Rp10 juta, ini diberlakukan di Australia.

Kini, Queensland sedang menggodok aturan denda bagi pengendara yang ketahuan mengirim SMS sambil menyetir yang mencapai $ AUD 1000 atau sekitar Rp 10 juta. Selain itu, pelanggar juga akan kehilangan SIM bila tertangkap dua kali.

Denda yang sudah berlaku sekarang bagi pengendara yang menggunakan HP adalah $AUD 400 atau sekitar Rp 4 juta, seperti dikutip dari ABC News, Senin (1/7).

“Ini untuk mengurangi jumlah orang yang masih menggunakan HP saat berkendara,” kata Menteri Transportasi Queensland Mark Bailey.

Di New South Wales, dendanya adalah $AUD 337 sementara di negara bagian Victoria adalah $AUD 484.

Pemerintah Queensland mengatakan pihaknya mengkaji pelanggaran ini setelah dalam dua bulan terakhir 40 orang tewas karena kecelakaan lalu lintas.

Bailey mengatakan penelitian menunjukkan dampak buruk berkendara sambil main HP sama berbahayanya dengan minum alkohol.

“Pada dasarnya warga menjadi korban sendiri atau menjadikan orang lain korban karena mereka tidak bisa mematikan telepon selama mengemudi,” kata Bailey

Dia mengatakan bahwa di tahun 2017 di Queendland 38 orang tewas dan 1.224 masuk rumahsakit karena pengemudi yang kehilangan konsentrasi disebabkan karena menggunakan HP.

Sejauh ini sampai bulan Juni sudah tercatat 153 korban tewas di jalan 53 orang lebih banyak dibandingkan tahun 2018.

Walau belum ada data mengenai berapa banyak orang yang tewas yang disebabkan karena pengendara hilang konsentrasi karena penggunaan HP, namun angka ini dianggap sudah sangat tinggi.

Polisi di seluruh negara bagian Australia terus berusaha meningkatkan penangangan baik lewat operasi tangkap tangan maupun menggunakan tekonologi guna membuat para pengendara jera.

Di berbagai sudut jalan saat ini telah ditempatkan kamera canggih yang mampu menangkap gambar aktivitas pengemudi kala berkendara.

Beberapa yang tidak setuju mengatakan usulan kenaikan denda seperti di Queensland adalah usaha untuk mencari uang bagi kas pemerintah negara setempat, dan tidak akan menurunkan jumlah korban bila tidak ada kampanye lain.

Juru bicara lembaga yang melayani pengendara mobil di Queensland RACQ Paul Turner mengatakan kenaikan denda dan ancaman SIM dicabut tidak serta merta membuat perilaku pengendara berubah.

“Masalah terbesar di jalanan adalah para pengendara ini merasa mereka tidak akan ketahuan, dan merasa bahwa mereka pengemudi yang hebat,” katanya. (RAP/EPJ/INI-Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close