Politik

Mardani Ali Sera Serukan #KamiOposisi

Oleh: Muhajir |

Wartamelayu.com, Jakarta – Wakil Ketua Komisi II DPR, Mardani Ali Sera, menyebut masyarakat sehat mempunyai perhatian politik. Dia mencontohkan rakyat Hongkong yang berani memprotes RUU Ektradisi serta warga Amerika Serikat (US) selalu membela kepentingan publik dan HAM agar tidak terkooptasi oleh kekuasaan.

“Ada pembelaan rakyat terhadap negara, meskipun beda suara dengan pemerintahnya,” kata Mardani melalui akun resminya, Kamis (4/7).

Dia menegaskan, kekuasaan itu cenderung pada penyimpangan atau Power tends to Corrupt. Maka harus ada mekanisme kontrol, selain ada lembaga-lembaga resmi, semua pihak bisa ikut kritis dalam rangka mencintai negeri.

Dalam masyarakat yang sehat partai politiknya sangat memerhatikan suara publik. Ini karena kebesaran satu partai ditentukan seberapa kongruen-nya sikap dan perjuangan partai aspirasi publik.

Baca Juga

PKS Bilang Tanpa Oposisi Rakyat Akan Rugi

PKS Ingatkan Prabowo Jangan Tergoda Jokowi

“Kian sebangun maka kian besar. Karena itu artikulasi yg tajam dan bernas dari rakyat akan memengaruhi kebijakan publik. Kian banyak diskursus publik, kian sehat suatu bangsa,” katanya.

Hal itu bermakna, semakin banyak pihak yang terlibat dalam satu pembicaraan di ruang publik untuk mengkritisi suatu program, maka semakin matang program dibuat. Menurut dia salah jika ada pihak yang beranggapan bahwa membangun #sikapoposisi adalah sia-sia dan terpinggirkan.

“Padahal sebaliknya justru publik dapat menyampaikan bahwa oposisi penting dan sehat bagi demokrasi. Bahwa publiklah yang akan merugi saat sebuah negara tidak memiliki oposisi yang kuat sebagai mitra kritis pemerintah, justru akan memerintah semaunya dan membangun tanpa pengawasan. Butuh rakyat kritis dalam mencintai negeri,” ucapnya.

Dia mengatakan, akan ada tesa-antitesa dan sintesa yang sehat. Ada kontestasi gagasan dan analisa yang baik bagi publik karena publik berani bersuara ktitis konstruktif dan solutif.

Dia menegaskan, sikap PKS sama seperti Partai yang lain akan diambil melalui mekanisme internal yang prosedural. Menurutnya, itulah kehidupan organisasi yang sehat.

“Jadi ide #KamiOposisi murni kreasi pribadi, untuk mengajak masyarakat terlibat membangun bangsa dengan cara kritis dan konstruktif memberi masukan. Semua dalam rangka cinta negeri,” kata dia.

Etikanya, jika ada 55% mendukung pemerintah, maka ada 45% yang kritis melakukan pengawasan terhadap pemerintah. Dia kemudian mengajak rakyat untuk terus bangun gelombang kritis mencintai negeri dengan oposisi kritis, oposisi cerdas, dan oposisi konstruktif. (RAP/EPJ/INI-Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close