Nusantara

Masyarakat Belum Tentukan Wakil di Legislatif

Oleh: Noverta

wartamelayu.com, Palembang-Menjelang satu hari pelaksanaan pemilu 17 April 2019, masyarakat belum tentukan pilihan untuk wakil di Legislatif.

Berbeda dengan pemilihan calon Presiden dan wakil Presiden, sejak lama sudah mempunyai pilihan.

“Belum tahu saya pilih siapa nanti untuk anggota dewan ini, terlalu banyak partai politiknya, saya bingung,” ujar Eddy warga Sukarami Palembang.

Eddy mengatakan diri sudah 3 kali mengikuti pemilihan legislatif dan Presiden. Tetapi setiap memilih anggota dewan baik DPR, DPRD, DPD semua hanya memberikan janji- janji tidak ada yang memberikan untuk rakyatnya.

“Banyak anggota dewan kalau sudah terpilih lupo dengan janjinya, ada yang sudah 4 kali jadi anggota DPD tapi dak pernah dirasakan rakyat,” jelas Eddy.

Menurut Eddy, kalau untuk calon Presiden dan wakil Presiden sudah mempunyai pilihan, karena itu lebih jelas untuk kepentingan rakyat.

“Kalau Presiden saya udah punya pilihan, bagi rakyat ini yang penting bisa dapat pengobatan dan pendidikan gratis sudah baik,” tuturnya.

Begitu juga dengan Rohana, warga Kertapati Palembang ini mengaku sudah punya pilihan dengan Presiden tetapi belum menentukan pilihan untuk wakil di DPR.

“Presiden saya sudah punya pilihan DPR belum masih bingung, nunggu ada serangan fajar,” ujar Rohana sambil tertawa.

Ketika ditanya kalau ada serangan fajar akan merubah pilihan. Rohana sempat terdiam.

“Ambil duitnya jangan pilih orangnya,” jelasnya.

Dituturkan Rohana diri sudah sering memilih termasuk Waktu zaman Presiden Soeharto. Tetapi memilih sekarang jauh lebih membingungkan karena banyaknya partai dan calon anggota Dewan.

“Sejarang bingung mau pilih siapa, zaman Presiden Soeharto dulu enak Cuma tiga dan itupun pilih partai, bukan pilih orang,” jelas Rohana.

Sementara Ketua KPU Sumsel, Kelly Mariana optimis pihak tingkat partisipasi pemilu bisa mencapai 75 hingga 80 persen.

“Kami sudah melakukan sosialisasi ke berbagai tempat, yakin kami kalau tingkat partisipasi masyarakat itu tinggi dari pemilu kemarin,” jelas Kelly.

Sementara pengamat Politik Sumsel, Bagindo Togar mengatakan muncul kepercayaan masyarakat menurun terhadap calon legislatif, tetapi optimis jika partisipasi pemilih akan tercapai 75 sampai 80 persen.

“Pemilih pasti datang ke TPS, karena ada penggabungan antara Presiden dan Legislatif, ketika mereka memilih Presiden mau tidak mau mereka pun ikut memilih partai yang dia kenal,” ujar Bagindo. (NS)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close