News

Membujuk Hujan, Pesawat Hercules Dikerahkan untuk Menyemai Awan

 

Oleh: Rio AP

Wartamelayu.com, Palembang — Badan Nasional Penangguoanhan Bencana (BNPB) mengerahkan bantuan satu pesawat hercules ke Sumatera Selatan, Rabu (15/10). Pesawat itu dikirim guna menyemai garam di awan untuk membujuk hujan agar turun dan segera mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda wilayah itu.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, mengatakan teknologi modifikasi cuaca dengan bobot 80 kilogram hampir setiap hari dilakukan dengan menggunakan pesawat casa dengan penebaran 800 kilogram garam dari jalur udara.

“Hari ini kita didatangkan pesawat lebih besar yakni jenis hercules dari pusat (BNPB) untuk melakukan penebaran garam di awan sebanyak 4 ton lebih,” ujar Herman Deru di Palembang.

Berdasarkan laporan yang dirilis BMKG upaya pemantauan atau patroli terus dilakukan mulai dari jalur darat maupun jalur udara. Dari pantauan jalur udara dan satelit setidaknya terdapat 18 titik api yang tergolong besar dengan keakuratan 80 persen. Namun, kata dia, bila dilihat dari jalur darat terpantau 22 titik api yang kecil sehingga tidak terpantau dari udara atau satelit.

“Titik api yang terpantau kebanyakan terjadi di lahan gambut dan sebagian lagi lahan kosong tersebar di 16 desa terfokus di Kabupaten OKI, Musi Banyuasin (Muba) yakni di wilayah Kecamatan Bayu Lincir,” kata dia.

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kabupaten OKI tersebar di 16 desa dengan jumlah 22 titik meliputi daerah Pampangan, Cengal, Sungai Menang, Pedamaran, Tanjung Lubuk, Pampangan, Kayu Agung, Tulung Selapan dan Pangkalan Lapam. Dia menyebut, karhutla di kawasan itu memberikan kontribusi besar terjadinya kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang.

“Kita hari ini melakukan gotong royong melakukan pemadaman yang bersifat massal di 16 desa itu. Kita juga akan upayakan membuat sumur bor untuk memudahkan suplay air,” tutur dia. (RAP)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close