Lifestyle

Minum Teh Ternyata Baik untuk Kesehatan Otak Lho…

Oleh: Nurcholis

Wartamelayu.com, Singapura — Apakah Anda termasuk yang rajin mengonsumsi teh? Jika iya, Anda mungkin mempunyai efesiensi otak lebih baik dibanding mereka yang jarang minum. Demikian menurut kajian terbaru Universitas Nasional Singapura (NUS).

Dengan meneliti data pencitraan otak orang dewasa, para peneliti menemukan bahwa minum teh setidaknya empat kali seminggu memiliki bagian otak lebih efisien, demikian rilis NUS yang dimuat Channel News Asia (CNA), Kamis (12/9).

Tim kajian ini merekrut 36 dewasa berusia 60 tahun dan ke atas untuk mengumpulkan data mengenai kesehatan , gaya hidup serta keadaan psikologi mereka. Mereka juga menjalani ujian neuropsikologi dan pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) yang dijalankan sejak 2015 hingga 2018.

Hasilnya, mereka yang mengonsumsi teh hijau, teh oolong, atau teh hitam setidaknya empat kali seminggu selama sekitar 25 tahun memiliki lebih banyak bagian otak yang terhubung dan efesien.

Kepala tim, Asisten Profesor Feng Lei dari Departemen Psikologi Medis di NUS Yong Loo Lin School of Medicine mengatakan temuan menunjukkan bahwa teh biasa dapat melindungi otak dari demensia terkait usia.

“Ambil perbandingan lalu lintas jalan sebagai contoh – pikirkan otak sebagai tujuan sementara koneksi antara bagian-bagian otak adalah jalan. Ketika sistem jalan lebih teratur, pergerakan kendaraan dan penumpang kurang efisien dan kurang sumber daya intensif.

“Demikian pula, ketika koneksi antara bagian otak lebih terstruktur, pemrosesan informasi dapat diimplementasikan lebih efektif,” jelas Asisten Profesor Feng.

Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa asupan teh bermanfaat bagi kesehatan manusia dan efek positif termasuk meningkatkan ‘mood’atau suasana hati dan suasana hati serta pencegahan penyakit kardiovaskular.

Kajian tersebut, yang dijalankan bekerjasama dengan Universitas Essex dan Universitas Cambridge, diterbitkan dalam jurnal ilmiah berjudul ‘Aging’ atau penuaan pada 14 Juni.

Dalam sebuah pernyataan di media, langkah selanjutnya dalam kajian tersebut adalah untuk memahami bagaimana memori muncul dari sirkuit otak serta intervensi yang mungkin untuk mempertahankan kognisi selama proses penuaan.

Asisten Profesor Feng dan timnya berencana untuk mempelajari bagaimana teh dan senyawa bioaktifnya dapat mempengaruhi penurunan kognitif. (RAP/CK/INI Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close