EkonomiEkonomi KreatifNusantara

Modal Hambat Perkembangan Ekonomi Kreatif di Palembang

Oleh: Alwi Alim

Wartamelayu.com, Palembang — Sulit berkembangnya para pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) khususnya di Kota Palembang. Lantaran, kendala dalam permodalan yang dialami para pelaku ekraf tersebut.
Demikian terungkap kunjungan kerja (Kunker) Komisi X DPR RI ke Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Selasa (28/5).

Ketua Komisi X DPR RI, Sutan Adil Hendra mengatakan saat ini pihaknya tengah membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekraf sehingga pihaknya melakan kunjungan kerja dibeberapa daerah. Dalam kunker kali ini pihaknya menemukan sejumlah kendala diantaranya yaksi system permodalan yang kurang baik.

“Ini nantinya akan menjadi masukkan bagi kami dalam merancang UU yang diharapkan menjadi tulang punggung perekonomian bangsa,” katanya.

Menurutnya, pertumbuhan ekraf ini terus mengalami peningkatan bahkan nantinya dapat mengungguli pertumbuhan ekonomi nasional dengan serapan tenaga kerja hingga 17,2 juta orang. Namun, tentunya harus didukung dengan regulasi dan kebijakan dari pemerintah yang baik.

“Kami harap nantinya regulasi ini sesuai dengan harapan para pelaku ekraf khususnya di Kota Palembang,” ujar dia.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Palembang, Ratu Dewa menambahkan, berdasarkan catatan dari Dinas Koperasi dan UMKM Palembang jumlah pelaku ekraf yakni sebanyak 36.411 UMKM. Jumlah tersebut diharapkan terus bertambah seiring dengan regulasi serta kebijakan pemerintah dalam mendorong pertumbuhannya.

“Palembang saat ini telah berkembang menjadi daerah pengembangan produk industry kecil yang kualitasnya tak kalah dari daerah lainnya,” ujarnya.

Karena itu, dengan kunker ini maka dapat dijadikan sarana komunikasi yang efektif dalam mengembangkan ekraf khususnya di Kota Palembang.

“Kami harap dukungan ini terus berkelanjutan dalam pelaksanaan program pembangunan dan pengembangan ekraf,” tuturnya. (RAP)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close