Nasional

Moeldoko Diminta Jangan ‘Asbun’ soal Iuran BPJS

Oleh: Muhajir

Wartamelayu.com, Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko diminta jangan asal bunyi (asbun) saat memberi pernyataan ke publik. Hal itu disampaikan, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana), Samuel F. Silaen. Dia menyebut, terlebih lagi jika yang disampaikan berkaitan dengan isu sensitif serta menyulut emosi masyarakat.

Salah satunya adalah pernyataan Moeldoko tentang rencana kenaikan iuran peserta BPJS Kesehatan. Dia meminta agar Moeldoko memahami rencana itu, terlebih pemerintah juga berjanji akan turut membenahi manajemen di tubuh BPJS Kesehatan.

Pernyataan menyakitkan dari Moeldoko adalah saat dia mengaku tidak ingin masyarakat beranggapan sehat itu murah. Menurut mantan Panglima TNI itu, masyarakat perlu memahami bahwa sehat itu mahal dan perlu perjuangan.

“Jenderal Moeldoko jangan ‘asbun’ soal rencana kenaikan iuran BPJS itu, karena dampak kenaikan itu sangat memukul kelas menengah bawah,” kata Silaen melalui keterangan tertulis, Kamis (5/9).

Baca Juga

Pemerintah Diminta Perhatikan Kondisi Ekonomi Sebelum Menaikkan Iuran BPJS

Fadli Zon: Harusnya Gratiskan Iuran BPJS, Bukan Dinaikkan

Kenaikan iuran BPJS bisa berdampak pada bertambahnya tingkat kemiskinan warga kelas bawah. Silaen menyarankan agar pemerintah mencari opsi lain, seperti melakukan audit forensik terhadap semua tagihan yang timbul akibat perobatan rakyat tersebut.

“Apa sih penyebab utama terjadinya tagihan sampai sangat membengkak tersebut. Atau ada indikasi ‘mark up’ atau tagihan ‘fiktif’ (siluman)? Ini perlu ditelisik dengan baik dan mendalam. Jangan sampai anggaran negara dirampok dengan cara ‘legal’,” ucapnya.

Dia juga mengingatkan Moeldoko bahwa orang kaya di negeri ini jarang menggunakan BPJS. Ini karena kebanyakan mereka memilih berobat ke luar negeri dengan alasan pelayanan yang lebih bagus.

Dia menilai bahwa hal biasa berobat memang mahal, tapi siapa orang yang mau sakit? Rakyat miskin sekalipun andai memilki uang pasti tidak mau.

“Kan tidak ada! Jadi kenapa Jenderal Moeldoko menanggapi hal-hal yang dia sendiri tidak kuasai. Malah menimbulkan sakit hati rakyat ‘jelata- yang langsung terkena dampak atas kenaikan iuran BPJS tersebut,” ujarnya.

Silaen lalu meminta kepada Moeldoko agar tak lagi mengumbar komentar ke publik. Apalagi komentar yang tidak berhubungan dengan jabatannya sebagai KSP.

“Karena kasihan Presiden Joko Widodo (jokowi) selalu menjadi muara semua hal-hal negatif dari buruknya keadaan,” kata dia. (RAP/EP/INI Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close