Ekonomi

Monopoli Avtur Pertamina di Bandara Bakal Dihapus?

Oleh: Andryanto S |

Desakan untuk menghapus monopoli penjualan avtur oleh Pertamina di bandara mulai mengalir deras. Bahkan, Presiden Joko Widodo sudah meresponsnya dengan memberikan dua alternatif bagi Pertamina.

wartamelayu.com, Jakarta — Polemik harga tiket pesawat yang meroket ternyata dipicu tingginya harga avtur di bandara. Dalam kondisi tersebut, harga avtur di bandara yang selama ini dijual sebagai bahan bakar pesawat lebih tinggi hingga 30% dibanding negara lain.

Padahal, kenaikan harga tiket pesawat yang drastis telah menekan berbagai sektor penggunanya antara lain pariwisata dan perhotelan. Lantas, apakah pemerintah berani menghapus monopoli penjualan avtur Pertamina di bandara?

Pernyataan Presiden Joko Widodo memang memberikan isyarat ke arah sana. Jokowi menilai banyak perusahaan yang akan antre untuk menjual avtur di bandara. “Banyak kalau yang mau, antre, saya pastikan. Walaupun saya belum tahu (perusahaannya), tapi saya pastikan antre,” kata Jokowi kemarin malam.

Dia menjelaskan, monopoli penjualan avtur Pertamina di bandara membuat harga avtur dalam negeri tidak kompetitif. Jika dibandingkan dengan negara tetangga, lanjut Jokowi, harga avtur Indonesia lebih tinggi 30%.
“Itu yang harus dibenahi sehingga kalau harga sama dengan negara lain, ada yang namanya daya saing, competitiveness. Kalau ini diterus-teruskan pengaruhnya ke harga tiket pesawat,” katanya. Jokowi menjelaskan, harga avtur menyumbang 40% dari biaya operasi maskapai penerbangan yang berpengaruh kepada tiket pesawat.

Sebelum menghapus monopoli avtur Pertamina di bandara, Presiden Presiden menawarkan dua opsi kepada Pertamina untuk menindaklanjuti permasalahan ini. Pertama, Pertamina diminta menjual avtur dengan harga yang setara dengan harga internasional. Bila Pertamina tak mau menyanggupi permintaan Presiden, maka Pertamina diberikan opsi kedua yakni berani berkompetisi dengan swasta asing yang bisa saja ikut ‘jualan’ avtur untuk penerbangan domestik.

Jokowi mengaku mendapat informasi dari Chairul Tanjung selaku Komisaris Garuda Indonesia bahwa penjualan avtur di Bandara Internasional Soekarno Hatta dimonopoli oleh Pertamina. “Saya akan undang Dirut Pertamina. Pilihannya, harga (avtur) bisa sama tidak dengan internasional. Kalau tidak, saya masukkan kompetitor lain sehingga terjadi kompetisi,” jelas Presiden. (*/Dry)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close