Khazanah

MUI Nilai Salam Lintas Agama Dapat Menimbulkan Kegaduhan

Oleh: Ahmad ZR

Wartamelayu.com, Jakarta- Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Dr Anwar Abbas menilai, hal yang menimbulkan kegaduhan dan kontroversi adalah salam lintas agama dan yang tidak menimbulkan kegaduhan adalah salam yang disampaikan oleh pemeluk satu agama dengan salam dalam ajaran agamanya.

Oleh karena itu agar negeri ini aman tentram dan damai, maka adalah sangat arif dan bijaksana bila bangsa dan para pejabat di negeri ini  bisa mendukung kesepakatan yang telah dibuat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di suatu propinsi di Indonesia tengah.

“Di mana forum tersebut telah menyepakati dan menggariskan ucapan salam yang akan disampaikan oleh si pembicara atau si pemberi salam adalah cukup hanya dengan  mengucap salam sesuai dengan agama dan keyakinan dari yang mengucapkannya,” katanya.

Anwar menjelaskan, jika ada keinginan untuk menambah dengan kalimat lain, maka tambahan itu hendaklah berupa kalimat yang bersifat  netral atau tidak mengundang perbedaan yang bersifat teologis seperti ucapan selamat pagi, selamat siang, selamat malam, dan ucapan salam sejahtera untuk kita semua, dan lain-lain.

Bagaimanapun, menurut Anwar Abbas, polemik ini tidak boleh berketerusan. Karena dikhawatirkan menimbulkan kesalahfahaman di kalangan umat beragama.

“Untuk itu MUI mengajak semua pihak untuk berpindah dari hal yang menimbulkan kegaduhan dan kontroversi kepada yang tidak menimbulkan kontroversi,” kata Anwar di Jakarta, Rabu (13/12).

“Agar kita bisa fokus  untuk mensejahterakan dan memajukan negeri yang sama-sama kita cintai ini,” ujarnya. (RAP/CK/INI Network)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close